Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Kampung Bahari Korosondaya Jadi Pusat Pengembangan Durian Montong

Kampung Bahari Korosondaya Jadi Pusat Pengembangan Durian Montong
Foto: Sekda Parigi Moutong, Zulfinasran Achmad.(Prokopim Parimo)

Gemasulawesi– Kampung Bahari Nusantara Korosondaya di Desa Sausu Tambu Kecamatan Sausu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah akan menjadi pusat pengembangan Durian Montong.

Sentra pengembangan durian dimulai dengan ditandatanganinya perjanjian kerjasama Perusahaan Fresh Durian Nusantara (FDN) dua Kelompok Tani Hutan di wilayah setempat.

“Insya Allah dengan terbentuknya dua kelompok ini bisa lebih menggerakkan masyarakat, dan lebih meningkatkan perekonomian dua atau tiga tahun kedepan,” ungkap Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran Achmad, saat menghadiri acara penanaman pohon Durian Kampung Bahari Nusantara, Rabu 15 September 2021.

Baca juga: Ini Program Danlanal di Kampung Bahari Nusantara Parigi Moutong

Dia menyebutkan, para petani jangan langsung berpuas diri dengan apa yang telah dilakukan saat ini, dan beranggapan akan segera menghasilkan keuntungan dalam waktu singkat.

Sebab, pengembangan Durian Montong diawali dengan penanaman pohonnya saat ini, jelas akan berproses dan baru akan mendapatkan hasilnya tiga atau empat tahun kedepan,

“Yakinlah kita semua sudah pahami, proses kegiatan ini. Apalagi untuk penanaman durian itu akan memberikan dampak hasil dua, tiga atau empat tahun kedepan,” ujarnya.

Dia mengatakan, pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada Danlanal Palu dan Pol Airut Parigi Moutong, karena menetapkan Desa Tambu sebagai Desa Binaan pengembangan potensi daerah.

“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada perusahaan FDN, karena bisa menjadi mitra untuk pemerintah desa dalam pengembangan Durian Montong,” ucapnya,

Ke depan kata dia, pembinaan dari pemerintah daerah akan tetap dilakukan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMD).

Zulfinasran pun mengucapkan selamat atas Komandan Pangkalan TNI AL Palu, Kolonel Marinir Marthin Luther Ginting M.Tr.Hanla yang mendapatkan predikat Lanal teladan.

Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI AL Palu Kolonel Marinir Marthin Luther Ginting M.Tr.Hanla mengatakan, dari 13 kabupaten Danlanal mengambil keputusan untuk penempatan Kampung Bahari Nusantara di Parigi Moutong, tepatnya di desa Tambu kecematan Sausu, karena melihat besarnya potensi di wilayah setempat.

Menurut dia, konsep Kampung Bahari Nusantara mencangkup beberapa klaster yakni, mulai dari edukasi, pertahanan, kesehatan dan ekonomi. Tujuannya, untuk membantu masyarakat di seputaran Desa Tambu pengembangan daerahnya.

Diharapkan, masyarakat memberikan dukunganpenuh untuk pelaksanaan kebijakan dari pemerintah daerah, dan dapat membantu pengembangan penanaman durian yang sedang dirintis saat ini.

“Kami dalam hal ini sebagai pembina Kampung Bahari Nusantara akan membantu Perusahaan FDN mensosialisasikan ke masyarakat, berkerja sama dengan pemerintah desa, pemerintah kecamatan dan pemerintah kabupaten,” kata dia.

Ke depan kata dia, pelaksanaan penanaman pohon Durian ini dapat dimaksimalkan dengan sebaik-baiknya, untuk meningkatkan pekonomian dan memajukan Kecamatan Sausu. (***)

Baca juga: Parimo Kehilangan Sosok Lettu Muhadi Kru KRI Nanggala-402

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post