Kajari Parimo Selamatkan Uang Negara Ratusan Juta Rupiah

0
348
Kajari Parimo Selamatkan Uang Negara Ratusan Juta Rupiah
Kajari Parimo Serah Terimakan Uang Sitaan Rastra Kepada Kadire Bulog

Parimo, gemasulawesi.com– Kajari Parimo serah terimakan uang tebusan kasus program Beras Masyarakat Sejahtera (Rastra) senilai Rp 161.910.00 kepada Badan Usaha Logistik (Bulog) Kabupaten Parimo.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Muhammad Tang kepada kami gemasulawesi.com di ruang kerjanya, Rabu, 30 Januari 2019.

Uang tebusan tersebut diserahkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parigi Moutong kepada Kepala Divisi Regional (Kadire) BULOG yang langsung diserahkan kepada Pimpinan Cabang (Pimcab) Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Uang yang diserahkan itu merupakan hasil dari tindakan hukum bidang pidana khusus,intelejen dan datun Kejaksaan Negeri Parigi Moutong,” katanya.

Kasus ini sendiri lanjut Muhammad Tang, terkait dengan dugaan penyalahgunaan pengelolaan uang Rastra pada tahun anggaran 2017 di Kabupaten Parimo.

Permasalahan Rastra di Kabupaten Parimo merupakan piutang tertinggi ke Bulog se Propinsi Sulawesi Tengah.

Pada awal tahun 2018 uang tunggakan Rastra mencapai nilai Rp 1,1 Miliar, kemudian dapat ditekan menurun senilai Rp 294 Juta.

Saat ini dari uang tebusan Rp 191 Juta diserahterimakan ke Bulog senilai Rp 161.910.00, dan sisa Rp 30 Juta disimpan untuk kepentingan pembuktian di penyidikan.

 “Kami memulai tahapan ini dengan penindakan secara persuasif,” ungkapnya.

Terkait tahapannya, Muhammad Tang menjelaskan, setelah tindakan persuasif diawal tahun 2018 kemudian dilanjutkan dengan penyelidikan pada bulan Oktober 2018 atas dugaan penyalahgunaan dana .

Pada medio bulan Oktober 2018 sampai dengan bulan Januari 2019, Kejaksaan sudah memanggil untuk dimintai keterangan sekaligus melakukan penagihan kepada pihak desa terkait kasus ini yang tersebar pada 8 kecamatan.

Diantaranya Kecamatan Ampibabo, Kasimbar, Moutong, Parigi Selatan, Tinombo, Tinombo Selatan, Tomini, Bolano dan Ongkamalino.

“Pada saat ini calon tersangka sudah ada, tetapi nanti akan disampaikan pada sesi press release khusus berikutnya,” tutupnya.

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan