Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Kadisdikbud Merasa Dibohongi Ibrahim Kulas Soal Main Tambang Emas Ilegal

Kadisdikbud Merasa Dibohongi Ibrahim Kulas Soal Main Tambang Emas Ilegal
Foto: Kadisdikbud Parimo, Aminuddin merasa dibohongi Ibrahim Kulas.

Gemasulawesi– Kadisdikbud Parimo, Aminuddin merasa dibohongi oknum Kepsek Ibrahim Kulas soal main tambang emas ilegal. Pasalnya, pernyataannya saat dikonfirmasi tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya.

“Memang waktu saya konfirmasi kepada dia (Kepsek) mengatakan tidak terlibat. Dia bilang hanya jalan-jalan mau lihat emas itu,” ungkap Aminuddin saat dihubungi, Kamis 2 September 2021.

Kadisdikbud merasa dibohongi Ibrahim Kulas. Ia mendapatkan informasi terakhir bersangkutan memiliki tiga alat mesin dompleng.

Baca juga: Diduga Main Tambang Ilegal, Disdikbud Parimo Panggil Kepsek

Alat itu berdasarkan informasi, berada di lokasi tambang dua unit dan satu unit disimpan di rumah Kepsek di Desa Kayuboko.

Saat pemanggilan Ibrahim Kulas, iamengakui tidak menanyakan secara detail soal keterlibatannya di kegiatan tambang emas ilegal.

Interogasinya hanya soal dugaan Kepsek mengabaikan tugasnya, karena tidak lagi berada di sekolah.

Sehingga, ketika Camat Parigi Barat mendatanginya, untuk mengkonfirmasi persoalan keterlibatannya di tambang emas. Pihaknya menjelaskan hanya bertanya soal tugas pokoknya sebagai Kepsek.

“Sementara soal keterlibatannya di tambang emas itu, saya tidak terlalu jauh kesana,” kata dia.

Baca juga: Wakil Rakyat Dorong BKPSDM Sikapi Kepsek Diduga Main Tambang Ilegal

Aminuddin sebut Ibrahim Kulas miliki dua mesin dompeng untuk tambang emas ilegal

Berdasarkan informasi terakhir, Ibrahim Kulas diketahui memiliki dua mesin dompleng digunakannya untuk beroperasi di lokasi tambang Desa Kayuboko.

Namun, belakangan dua mesin itu secara tiba-tiba diturunkan dari lokasi tambang. Dan satu dompleng biasa disimpan dihalaman belakang rumahnya, tidak terlihat lagi.

Dia pun sebelumnya, sempat mengakui melakukan kegiatan tambang pada sore hari, namun membantah mengabaikan tugasnya di sekolah.

“Kalau tambang itu, sore,” ungkap Ibrahim Kulas, saat di konfirmasi terkait aktifitasnya di PETI Desa Kayuboko, Kamis 26 Agustus 2021.

Ketua Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sumitro membenarkan Ibrahim Kulas Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Baliara sempat berkoordinasi kepada pihaknya terkait pengurusan izin pertambangan.

“Pak Ibrahim itu kepala sekolah? Saya pikir hanya guru biasa. Iya memang pernah koordinasi soal izin tambang dari illegal menjadi legal,” ungkap Sumitro saat dihubungi, Selasa 1 Agustus 2021. (***)

Baca juga: Wabup Ancam Sanksi Kepsek Diduga Main Tambang Emas Ilegal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post