Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Kades di Sulteng Akan Dapat Motor Bila Mampu Tangani Covid19

Kades di Sulteng Akan Dapat Motor Bila Mampu Tangani Covid19
Foto: Gubernur H Rusdy Mastura pada pertemuan Virtual bersama beberapa kepala daerah.

Gemasulawesi– Gubernur H Rusdy Mastura janjikan kades di Sulteng akan dapat motor bila mampu tangani covid19 di daerahnya masing-masing.

“Penentu Kades atau Lurah berprestasi itu adalah Bupati dan Wali Kota,” ungkap Gubernur H Rusdy Mastura pada pertemuan Virtual bersama beberapa kepala daerah, Jumat 20 Agustus 2021.

Dia menyebut, pemberian motor kepada Kades di Sulteng sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap upaya yang dilakukan dalam penanganan pandemi covid19.

Baca juga: Gubernur Perintahkan Maksimalkan Penanganan Covid19 Sulawesi Tengah

Olehnya dia mengimbau, Kades di Sulteng untuk terus berkordinasi dan bekerjasama dengan Puskesmas setempat, menyiapkan lokasi isolasi terpusat.

Kemudian, Kades di Sulteng diminta untuk membeli masker dan membagikan kepada masyarakat pada saat melakukan kegiatan di luar rumah. Sehingga, kesadaran akan protokol kesehatan ketat, juga semakin meningkat.

“Banyak masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan, utamanya pake masker di tempat ramai,” imbaunya.

Pada pertemuan secara virtual itu juga, Gubernur meminta kepala daerah untuk menyampaikan langkah-langkah dalam menurunkan angka penularan covid19 di daerahnya masing-masing.

Dia pun menyarankan, kepala daerah untuk mengambil sejumlah kebijakan strategis dalam penanganan covid19.

“Koordinasi dengan TNI, Polri untuk melakukan penanganan covid19 di daerah masing-masing. Minta Kades untuk ikut berperan,” ujarnya.

Baca juga: Gubernur Sulawesi Tengah Ikuti Doa Kebangsaan Virtual

Bupati Banggai sebut kepatuhan Prokes masyarakat masih rendah

Menanggapi hal itu, Bupati Banggai Amiruddin Tamoreka mengatakan, tingkat kepatuhan masyarakat belum tinggi untuk melaksanakan protokol kesehatan. Bahkan, mereka yang terkonfirmasi menganggab, tertular Covid19 merupakan aib.

“Sehingga masyarakat enggan untuk dilakukan isolasi atau dirawan. Setelah kondisi gawat baru mereka mau menjalani perawatan,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Parigi Moutong Badrun Nggai mengungkapkan hal serupa. Menurut dia, kepatuhan terhadap protokol kesehatan masih sangat rendah. Meskipun pihaknya dilakukan himbauan dan peringatan.

Namun, berbeda dengan Bupati Sigi melaporkan jika saat ini trend penurunan kasus terkonfirmasi wilayahnya mulai menunjukan penurunan.

Menurut dia, wilayahnya berada di zona Orange, usai tercatat berada di zona merah beberapa waktu lalu.

“Semoga kerja keras Satgas dan TNI, Polri kedepan lebih baik lagi. Sehingga penurunan kasus terus terjadi,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur pun berjanji akan memberikan bantuan besar sebesar 10 Kg, melalui Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah. (***)

Baca juga: Gubernur Sulawesi Tengah Minta Pemuka Agama Kampanye Prokes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post