Kabupaten Parigi Moutong

Kabupaten Parigi Moutong

Berikut adalah gambaran singkat dari berbagai sumber mengenai Kabupaten Parigi Moutong, yang merupakan salah satu dari 13 daerah di Sulawesi Tengah.

Situs Kerajaan Moutong di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah

Terletak di ibu kota Kecamatan Tinombo, situs peninggalan Kerajaan Moutong menjadi salah satu objek pelestarian sejarah di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.

Kepala bidang Pariwisata Disporapar Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Mohamad Rusmin, tidak satu pun situs sejarah peninggalan kerajaan di Parigi Moutong luput dari inventarisir Disporapar sebagai upaya melestarikannya.

Ia mengatakan, upaya pelestarian peninggalan sejarah Kerajaan Moutong sudah sejak lama dilakukan Disporapar Parigi Moutong.

Berdasarkan data yang dimiliki Disporapar Kabupaten Parimo, Kerajaan Moutong merupakan salah satu situs sejarah yang tetap dilestarikan.

Sangat banyak sejarah terkait Kerajaan Moutong yang perlu tetap terjaga kelestariannya, agar dapat diwariskan dan dipelajari buat generasi berikutnya.

Berikut ini, catatan singkat sejarah Kerajaan Moutong yang hingga kini menjadi salah satu situs sejarah di Kabupaten Parimo.

Letak peninggalan sejarah Kerajaan Moutong yang berada di Kecamatan Tinombo berjarak kurang lebih 160 Km dari ibu kota Kabupaten Parimo.

Situs sejarah itu merupakan peninggalan Raja Kuti Tombolotutu yang berkuasa sejak tahun 1929 hingga wafat pada 1965.

Dimasa kepemimpinannya, Raja Kuti Tombolotutu berdasarkan catatan sejarah mampu menguasai Kerajaan Tomini dan Moutong.

Ditambah lagi, bukti sejarah itu diperkuat dengan masih banyaknya peninggalan dalam dalam peninggalan Kerajaan Moutong.

Tak heran, masyarakat yang hobi berwisata budaya kerap kali mengunjungi situs sejarah yang letaknya sangat dekat dengan jalur trans sulawesi di Kecamatan Tinombo.

Dalam peninggalan Kerajaan Moutong, pengunjung dapat melihat benda-benda peninggalan sejarah berupa dua buah senjata meriam, perlengkapan rumah tangga dan pakaian kerajaan hingga foto dokumentasinya.

Menariknya, terdapat pula makam Raja Kuti Tombolotutu yang berada tidak jauh dari letak Kerajaan Moutong.

Selain peninggalan Kerajaan Moutong, situs sejarah yang masuk dalam daftar wisata budaya juga masih banyak dan bisa dijumpai di Kabupaten Parigi Moutong.

Diantaranya situs sejarah Kerajaan Parigi yang banyak memiliki peninggalan sejarahnya.

Mulai dari makam raja hingga benda-benda yang sering digunakan kerajaan pada masa lampau.

Baca juga: Rumah Sakit Raja Tombolotutu Parimo Punya Direktur Baru

Topografi Parigi Moutong

Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berada pada ketinggian 0 – 2900 m dpl dan garis pantai yang memiliki bibir pantai sepanjang 472 km di Teluk Tomini membentang dari ujung Kecamatan Sausu di bagian selatan hingga Kecamatan Moutong yang berbatasan dengan Provinsi Gorontalo di sisi utara.

Bentuk permukaan tanah di daerah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, bervariasi dari dataran sampai bergunung.

Daerah yang mempunyai dataran cukup luas adalah Kecamatan Bolano Lambunu (pemekaran dari Kecamatan Moutong), Kecamatan Sausu dan Kecamatan Tomini.

Keadaan topografi dengan luas kemiringan lahan rata-rata :

Datar 0–8 % = 146.134 Ha.

Bergelombang 8–15 % = 60.443 Ha.

Curam 15–45 % = 142.186 Ha.

Sangat curam >45 % = 1.97 Ha.

Landform wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terdiri dari dataran rendah dan perbukitan serta pegunungan yang membentang sepanjang pantai dari utara sampai selatan dengan ketinggian rata-rata di atas permukaan laut (15 -375) m.

Letak dan Luas Wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah

Kabupaten Parigi Moutong dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2002.

Memiliki luas wilayah 6.231,85 Ha, panjang Garis Pantai sekitar 472 Km, terbentang dari Desa Maleali Kecamatan Sausu Sampai Desa Sejoli Kecamatan Moutong dan memiliki 23 Kecamatan.

Jumlah Penduduk (per 31 Desember 2013) berjumlah 522.026 Jiwa, laki-laki 268.427 Jiwa dan perempuan 253.599 jiwa.

Letak Geografis Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, adalah 0.75 º LU – 1º LS dan 120º – 121,5º BT, dengan batas wilayah, Sebelah Utara, berbatasan dengan Kabupaten Buol, Kabupaten Toli-Toli dan Provinsi Gorontalo, Sebelah Selatan, berbatasan dengan Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi, Sebelah Barat, berbatasan dengan Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi, Sebelah Timur, berbatasan dengan Teluk Tomini.

Potensi Wisata Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah

Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sebagai Lintas Segi Tiga Emas Sulawesi, yang menghubungkan Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, sangat strategis dan potensial dalam pengembangan kepariwisataan.

Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, didukung panorama alam yang indah sepanjang jalur jalan Trans Sulawesi mulai dari bagian utara Molosipat sampai ke selatan Maleali.

Ringkasan data yang dirangkum dari berbagai sumber, akan menjadi bahan informasi bagi wisatawan untuk dapat melirik Pariwisata di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Dengan Potensi Alam, bahari dan ragam corak budaya Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dapat membuat para investor tertarik untuk berperan dalam membangun kepariwisataan.

Rumah Raja Tombolotutu di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah

Rumah Raja Tombolotutu ini dapat dijumpai di Kecamatan Tinombo, sekitar 160 Km dari Kota Parigi.

Raja Tombolotutu yang bergelar Pua Darawati itu, pernah menerima tahta kerajaan Moutong pada Tahun 1877 dalam usia 20 tahun.

Situs sejarah ini berada persis di depan lintasan jalan Trans Sulawesi, sehingga mudah dijangkau.

Di dalam bangunan situs ini terdapat 2 buah senjata meriam peninggalan Raja, foto dokumentasi, perlengkapan rumah tangga dan beberapa pakaian kerajaan.

Tebing Likunggavali Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah

Tebing Likunggavali terletak sekitar 80 kilometer di sebelah timur Kota Palu atau sekitar 22 Kilometer dari Kota Parigi, Ibukota Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Tebing Likunggavali merupakan sebuah kawasan pegunungan yang masih alami, sejuk dan berdekatan dengan air terjun di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Tebing Likunggavali merupakan dinding batu yang sangat mengagumkan, berdiri kokoh ditengah sungai.

Objek wisata di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, ini merupakan tempat olahraga panjat tebing yang curamnya mencapai 80 meter dan memiliki sekitar 12 jalur pemanjatan yang sebagian besar dapat digunakan untuk semua nomor lomba dalam olahraga panjat tebing.

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) merekomendasikan lokasi ini sebagai tempat yang tepat untuk penyelenggaraan kejuaraan panjat tebing nasional maupun internasional.

Cagar Budaya di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah

Memasuki Kecamatan Tinombo dengan jarak sekitar 160 km dari Kota Parigi, terdapat rumah kediaman dan peninggalan Raja Kuti Tombolotutu.

Situs rumah raja yang berkuasa sejak tahun 1929 sampai wafat tahun 1965, menguasai kerajaan Tomini dan Moutong.

Situs ini berada dilintasan jalan Trans Sulawesi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Sehingga, dengan mudah dapat dijangkau.

Di dalam bangunan situs terdapat dua buah senjata meriam peninggalan raja, foto dokumentasi, perlengkapan rumah tangga dan beberapa pakaian kerajaan.

Tidak jauh dari area ini terdapat makam raja Kuti Tombolotutu dan keluarganya.

Syukuran Panen Suku Lauje di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah

Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terkenal dengan keragaman etnis suku dengan budaya yang beragam pula.

Suku di Kabupaten Parimo mulai dari budaya suku Kaili, Lauje, Tajio, Tialo, Bolano, sampai pada budaya masyarakat Hindu Bali yang memperkaya khasanah budaya di tanah air.

Syukuran panen Suku Lauje di Kecamatan Tomini dan Palasa yang bermakna persembahan hasil panen rakyat kepada penguasa alam semesta.

Upacara Adat Balia Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah

Upacara adat Balia masyarakat Kaili di Kecamatan Parigi, dengan iringan musik suling Lalove dan irama gendang, merupakan upaya penyembuhan bagi orang yang sakit.

Upacara Ritual Masyarakat Hindu di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah

Upacara Ritual masyarakat Hindu Bali yang ada di kec. Torue dan Parigi Selatan, adalah event menarik yang tak pernah dilewatkan oleh masyarakat sekitar.

Pantai Nalera Parigi Moutong

Obyek wisata Pantai Nalera ini berada di Desa Marantale dengan jarak tempuh sekitar 29 km dari ibukota Kabupaten Parimo.

Obyek Wisata ini berada di Tepi Jalan trans Sulawesi sehingga mudah dijangkau dengan kendaraan baik roda dua maupun Roda empat.

Obyek wisata ini juga terdapat fasilitas penunjang bagi kepentingan pengunjung seperti penginapan dan rumah makan.

Lumpang Batu (Batu Lesung) di Parigi Moutong

Merupakan Benda Cagar Budaya yang terletak di Desa Suli Blaban, Balinggi Kabupaten Parimo dengan jarak tempuh sekitar 4 Km dari jalan Trans.

Batu ini terdiri dari delapan buah yang jaraknya berdekatan dan biasanya pada hari-hari tertentu warga sekitarnya memberikan sesajen pada lesung batu itu.

Ritual itu dipercaya menolak bala dan penyakit. Konon Batu Lesung ini tidak bisa dipindah–pindahkan.

Batu lesung itu bahkan tidak bisa diinjak atau di duduki orang-orang. Sebab, batu ini dipercaya berpenghuni makhluk halus.

Apabila ada yang sengaja memindahkan, menginjak atau mendudukinya maka akan menimbulkan penyakit bagi orang itu.

Pantai Purwosari Parigi Moutong

Merupakan salah satu Obyek Wisata yang ramai pengunjung. Terletak di Desa Purwosari dengan jarak tempuh sekitar 24 km dalam waktu sekitar seperempat jam dari ibu kota Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Selain tempatnya yang ramai pemgunjung, obyek wisata bahari ini juga menjadi sasaran atau tempat untuk Melasti (Kegiatan Sakral Umat Hindu).

Dari tempat ini kita juga bisa melihat panorama alam yang tidak kalah menarik dengan obyek–obyek wisata lainnya.

Pulau Kelelawar Parigi Moutong

Pulau Kelelawar ini terdapat di Desa Tomoli Parigi Moutong dengan jarak ± 60 Km dengan waktu tempuh sekitar 3 Jam dari Kota Parigi.

Jarak dari pantai ke pulau dapat ditempuh ± 10 menit dengan menggunakan perahu motor yang sudah tersedia.

Lokasi obyek wisata ini menjadi tempat berkembang biaknya habitat kelelawar yang berwarna kuning, coklat dan hitam.

Pulau ini diapit dua tanjung hutan bakau yang berbentuk pintu gerbang.

Tari Pajoge Maradika Parigi Moutong

Tari Pajoge Maradika di Parigi Moutong biasanya ditampilkan pada acara perayaan pelantikan seorang raja atau pemimpin daerah.

Tari ini dibawakan lima orang putri yang mengungkapkan ekspresi kebahagiaan menyambut kehadiran pemimpin yang baru.

Tari ini diiringi musik kakula dan seruling Lalove yaitu seruling panjang khas Parigi Moutong yang biasanya di pakai dalam upacara ritual adat.

Musik Tradisional Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah

Musik tradisional Kakula Nuada adalah musik khas masyarakat Kaili yang sering ditampilkan pada acara adat ataupun mengiringi tarian tradisional.

Berikut berita seputar kabupaten parigi moutong.

Dihilangkannya ujian nasional di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, membuat Disdikbud akan perkuat proses pembelajaran di sekolah.

“Kami lakukan itu untuk bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) anak didik,” ungkap Kadisdikbud Parimo, Sulawesi Tengah, Adrudin Nur, di Parigi, Selasa 9 Februari 2021.

Meningkatkan SDM anak didik tanpa ujian kesetaraan dan ujian nasional di Kabupaten Parigi Moutong, menjadi tantangan. Ditambah dengan kondisi darurat pandemi covid 19. Apalagi selama ini, syarat kelulusan ditentukan setelah melewati ujian akhir.

Sesuai surat edaran Mendikbud nomor 1 tahun 2021, ada tiga hal yang menjadi persyaratan kelulusan peserta didik dari satuan atau program pendidikan. Usai dihilangkannya ujian nasional di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Syarat pertama, peserta didik menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi covid 19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester.

Syarat kedua, peserta didik memperoleh nilai sikap atau perilaku minimal baik. Dan ketiga, mengikuti ujian yang diselenggarakan tiap satuan pendidikan masing-masing.

“Itu respon atas keselamatan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan,” tuturnya menjelaskan alasan dihilangkannya ujian nasional di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Sementara itu, dalam surat edaran itu menjelaskan ujian yang diselenggarakan satuan pendidikan (ujian sekolah) sebagai penentu kelulusan peserta didik. Bisa dilaksanakan dalam bentuk portofolio, penugasan, tes luring atau daring. Atau bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan satuan pendidikan.

Portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap atau perilaku dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, misalnya penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya.

Ketentuan itu berlaku juga untuk ujian sekolah yang berfungsi sebagai ujian kenaikan kelas.

Sekolah dapat menyelenggarakan ujian akhir semester yang dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna. Dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.

Kemudian, khusus untuk jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK), peserta didik SMK dapat mengikuti uji kompetensi keahlian (UKK) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Semua ketentuan dalam SE itu harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di masa pandemi covid 19.

Ia menambahkan, ujian nasional di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi di tahun 2021.

Berita Kabupaten Parigi Moutong lainnya hari ini sebagai berikut.

Polsek Palu Utara, Sulawesi Tengah, tangkap Pasangan suami istri atau Pasutri asal Kabupaten Parigi Moutong yang bawa sabu.

“Kami amankan Pasutri asal Desa Tinombo, Parimo, yang diduga membawa Narkoba jenis sabu di tasnya,” ungkap Kapolsek Palu Utara, Sulawesi Tengah, Iptu Rustang, Selasa 9 Februari 2021.

Ia mengatakan, Pasutri asal Kabupaten Parigi Moutong sedang bawa 200 paket kecil dan empat paket besar Narkoba jenis sabu, saat operasi Giat Razia Rayonisasi di depan Terminal Induk Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin 8 Februari 2021 malam, pukul 21.00 WITA.

Diketahui, Pasutri asal Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah itu berinisial MF (25) dan BD (32), warga Desa Tinombo, Kecamatan Tinombo.

Selain Pasutri asal Kabupaten Parigi Moutong, aparat kepolisian juga menemukan dua orang pria berinisial MR (21) dan AG (17) membawa dua paket ukuran sedang yang diduga narkoba jenis sabu. Mereka adalah warga Desa Oti, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

“Iya kami juga amankan dua orang pria warga Kabupaten Donggala,” ujarnya.

Saat ini barang bukti bersama kendaraan yang dipakai terduga pelaku sudah dilimpahkan ke Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Palu untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Sudah kami kami amankan barang bukti bersama kendaraannya di Polres Palu,” tuturnya.

Diketahui, penyalahgunaan Narkoba diatur dalam Undang-Undang. Diantaranya, Pasal 114, 119 dan 124 UU Narkotika.

Pasal 114 UU Narkotika untuk golongan I diancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun. Dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit satu miliar rupiah dan paling banyak sepuluh miliar rupiah.

Pasal 119 UU Narkotika untuk Golongan II dengan berat narkoba melebihi lima gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat lima tahun. Dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum ditambah sepertiga.

Pasal 124 UU Narkotika untuk Golongan III dengan berat melebihi lima gram. Pelaku dipidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama lima belas tahun dan pidana denda maksimum ditambah sepertiga.

Pasutri asal Kabupaten Parigi Moutong dan dua warga Donggala, Sulawesi Tengah, akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Rumah Sakit Raja Tombolotutu

Laporan: Muhammad Rafii