Kabar Sulawesi, Parimo Raih Tiga Penghargaan Terbaik Stunting Nasional

waktu baca 2 menit
Foto: Wakil Bupati Parigi Moutong, H Badrun Nggai Saat Menerima Penghargaan yang diserahkan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola atas prestasi terbaik aksi percepatan penurunan stunting secara nasional. Acara dilaksanakan di Kota Palu, Selasa 1 Desember 2020.

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, berdasar kabar dari pemerintah pusat berhasil meraih prestasi membanggakan dengan tiga kategori terbaik aksi percepatan penurunan stunting terintegrasi secara nasional.

“Kabar dari penilaian aksi percepatan penurunan kasus kekerdilan atau stunting terintegrasi tingkat nasional, alhamdulillah mampu mendapat apresiasi yang tinggi dari pemerintah pusat,” ungkap Sekretaris Bappelitbangda Parigi Moutong Sulawesi Tengah Irwan, SKM via pesan Whastapp usai penyerahan piagam dari Gubernur Sulteng Longki Djanggola di Palu, Selasa 1 Desember 2020.

Tiga kategori yang diraih adalah hasil penilaian kinerja stunting diantaranya kabupaten replikatif tahun 2020, kategori kabupaten tampilan pameran dan desa lokus terbaik serta terbaik satu aksi percepatan penurunan stunting terintegrasi kabupaten atau kota se-Sulawesi Tengah tahun 2020.

Baca juga: Kabar Corona Sulawesi Tengah, Terkonfirmasi Positif Tembus 195 Kasus

Prestasi yang diraih ini kata dia, adalah hasil kerja keras Pemda Parigi Moutong. Serta tidak terlepas dari sinergitas semua pihak terlibat, dalam rangka menurunkan angka kasus kekerdilan di Parimo.

“Parigi Moutong dipercayakan mengikuti penilaian aksi percepatan penurunan angka kasus kekerdilan tingkat nasional tanggal 7-8 Oktober lalu,” sebutnya.

Tahun ini, pemerintah setempat menarget menurunkan angka kasus kekerdilan anak 20 persen dibanding tahun 2019 sekitar 34,4 persen dan realisasi 10 bulan terakhir, angka itu turun drastis hingga 12,10 persen melampaui target nasional 14 persen hingga tahun 2024.

Baca juga: Kabar Baik, Sulawesi Tengah Nihil Penambahan Pasien Corona

Baca juga: Total Frag Zone, Tim Esport Kota Palu Sarat Prestasi

“Artinya, dengan ditetapkannya lokus penanganan kasus ini, model kegiatan semakin terarah dan berjalan maksimal. Hasilnya Parigi Moutong melampaui target yang ditetapkan,” tuturnya bangga.

Ia melanjutkan, dengan prestasi yang diraih saat ini bukan berarti penanganan kekerdilan anak sudah selesai.

Pemerintah masih memiliki banyak pekerjaan rumah, salah satunya yakni mempertahankan prevalensi kecenderungan penurunan kasus. Dengan mengoptimalkan kinerja yang melibatkan seluruh instansi jajaran Pemda Parigi Moutong.

Baca juga: Parigi Moutong Gelar Pameran Aksi Penurunan Angka Stunting

Baca juga: Pilkada Serentak Sulteng 2020, Ribuan TPS Masuk Kategori Rawan

Pada penanganan kasus kekerdilan, pemerintah telah menetapkan 20 indikator untuk mengukur kinerja dan capaian target yang dibutuhkan dalam program.

“Dari 20 indikator, ada delapan rencana aksi yang sudah ditetapkan pemerintah untuk dijalankan di antaranya analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk ‘stunting’, peraturan pemerintah, Kader Pembangunan Manusia (KPM), sistem manajemen data, pengukuran kekerdilan dan review serta evaluasi,” tutupnya.

Baca juga: Positif Covid 19 Sulteng Menurun Hari ini

Baca juga: Puluhan PAUD di Parimo Penuhi Standar Layanan Cegah Stunting

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.