Juknis Penggunaan BOS Afirmasi dan Kinerja Akan Direvisi

Belanja dana BOS harus sesuai Juknis hasil revisi

2
847
Juknis Penggunaan BOS Afirmasi dan Kinerja Akan Direvisi
Kepala Disdikbud Parimo, Adrudin Nur (Foto: gemasulawesi)

Parimo, gemasulawesi.com Petunjuk teknis atau Juknis BOS afirmasi dan kinerja untuk seluruh sekolah di Indonesia termasuk Parigi moutong (Parimo) terkait penggunaan dana BOS akan direvisi pemerintah pusat.

Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong, Adrudin Nur, mengatakan sebagian daerah mengakui sulit untuk menerapkan beberapa aturan yang ada dalam Juknis saat ini.

“Pasalnya, kondisi prasarana di daerah berbeda dengan yang di perkotaan. Sementara aturan penggunaan BOS di bersifat menyeluruh untuk semua daerah dan kota,” ungkapnya di kantor Disdikbud Parimo, Rabu, 23 Oktober 2019.

Ia menjelaskan, ada aturan dalam Juknis yang mewajibkan calon penerima bantuan dana BOS afirmasi dan kinerja, harus sudah memiliki fasilitas listrik dan internet yang memadai. Beberapa sekolah di daerah bahkan ada yang belum mempunyai fasilitas listrik dan internet yang memadai.

Baca juga: KLHS Revisi RTRW Parimo Sasar Pembangunan Berintegrasi

Contohnya, sekolah di wilayah Papua masih kesulitan dengan fasilitas listrik dan internet. Bahkan untuk sekolah yang berada di pinggiran kota Papua pun masih ada yang belum memiliki fasilitas itu.

Pada pertemuan dengan Kemendikbud belum lama ini lanjut dia, perihal beberapa aturan dalam Juknis yang dikeluhkan sudah disampaikan dalam forum itu. Pada pertemuan itu pun banyak daerah menyarankan melakukan revisi Juknis penggunaan BOS afirmasi dan kinerja.

“Selain kewajiban memiliki fasilitas listrik dan internet yang harus memadai, sekolah-sekolah di daerah juga terkendala dengan sistem belanja secara online,” tuturnya.

Ia melanjutkan, dalam Juknis disebutkan belanja dana BOS afirmasi dan kinerja dilakukan secara online. Kendalanya, sekolah harus belanja pada penyedia yang sudah terdaftar dalam sistem online.

Baca juga: 2020, Disdikbud Janji Gali Budaya Kearifan Lokal Parigi Moutong

Sedangkan beberapa penyedia yang terdekat dengan wilayah Parimo kata dia, masih belum terdaftar secara online. Butuh proses dan waktu untuk mendaftar secara online dalam sistem. Belum lagi kendala di bidang sumber daya manusianya.

“Kami juga mengingatkan seluruh sekolah untuk berhati-hati membelanjakan dana BOS. Sebab, dana BOS reguler, afirmasi dan kinerja berada dalam satu rekening,” tegasnya.

Kepala sekolah di Parimo penerima dana BOS lanjut dia, perlu diingatkan dan selalu mengikuti aturan dalam Juknis revis terbaru.

Walaupun, hingga saat ini dana BOS afirmasi dan kinerja belum juga masuk ke dalam kas daerah Parimo. Namun, mesti disosialisasikan kepada pihak sekolah sejak dini.

Diketahui, dana BOS sudah masuk kedalam struktur batang tubuh APBD. Sehingga, perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawabannya sudah diatur dalam undang-undang.

“Dalam waktu dekat kami akan mensosialisasikan tata cara penggunaan dana BOS afirmasi dan kinerja, apabila telah turun aturan petunjuk teknis hasil revisi,” tutupnya.

Baca juga: Kematian Wanita Toraja di Mamuju, “Disebabkan” Penyakit Paru-Paru

Laporan: Muhammad Rafii

2 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan