Rabu, Mei 12, 2021
Berandaolah ragaJoan Mir Raih Juara Dunia MotoGP 2020

Joan Mir Raih Juara Dunia MotoGP 2020

- Advertisement -spot_img

Berita olahraga, gemasulawesi– Pembalap Tim Suzuki Ecstar, Joan Mir akhirnya raih juara dunia MotoGP 2020.

Joan Mir adalah pembalap pertama berkebangsaan Spanyol dari Tim Suzuki Ecstar yang mampu meraih juara dunia MotoGP 2020.

Juara dunia MotoGP 2020 adalah kado manis buat Suzuki yang genap berulang tahun ke 100.

Tidak heran jika Suzuki melalui Joan Mir mampu meraih juara dunia MotoGP. Apalagi, perkembangan Suzuki sudah terlihat pada tahun 2016.

Walaupun tersisa satu seri balapan lagi di Sirkuit Portugal, namun pembalap Tim Suzuki Ecstar, Joan Mir sudah mengukuhkan diri sebagai Juara Dunia MotoGP 2020.

Baca juga: Mampukah Joan Mir Raih Titel Juara Dunia MotoGP 2020?

Joan Mir terpaut 27 poin dari Franco Morbidelli di urutan kedua klasemen perburuan titel juara dunia MotoGP 2020. Dengan nilai itu Joan Mir sudah tasbihkan diri sebagai kampiun di MotoGP 2020.

Setelah balapan di GP Eropa beberapa waktu lalu, kesempatan Joan Mir meraih titel juara dunia MotoGP terbuka lebar. Pembalap Tim Suzuki Ecstar itu masih berada di puncak klasemen pembalap MotoGP.

Performa yang konsisten dari Joan Mir terutama pada beberapa seri balapan terakhir, juga menjadi penentu membuka kesempatan besar merengkuh titel juara dunia MotoGP 2020.

Dengan hasil pembalap Tim Suzuki Ecstar, Mir meraih titel juara dunia MotoGP maka sejarah baru tercipta.

Di era MotoGP 4-Tak, pembalap tim pabrikan Suzuki belum pernah merasakan titel juara dunia. Dan kans Joan Mir sangat terbuka lebar.

Baca juga: Suzuki Dominan, Joan Mir Juara MotoGP Eropa 2020

Semenjak MotoGP 4-Tak pertama dikenalkan pada tahun 2002 menggantikan balapan motor dunia 2-Tak alias GP 500 atau juga GP Motor. Tim Suzuki Ecstar pabrikan belum pernah merasakan titel juara dunia.

Bila Mir juara dunia, maka ia menjadi pembalap Suzuki merasakan titel juara dunia pertama di era MotoGP 4-Tak.

Diketahui, Tim Suzuki Ecstar sebelumnya sudah pernah mencicipi titel juara dunia di era GP 500 2-Tak, seperti Barry Sheene (1976-1977), Marco Lucchinelli (1981), Kevin Schwantz (1993) dan Kenny Roberts, Jr (2000).

Baca juga: F1 GP Belgia, Kemenangan Perdana Ferrari Musim 2019

Selanjutnya, Mir akan menoreh sejarah pembalap kebangsaan Spanyol yang mampu meraih titel juara dunia MotoGP di kelas para raja. Bersanding dengan sejumlah nama mentereng lainnya.

Antara lain, Alex Criville (1999); Jorge Lorenzo (2010, 2012 dan 2015) dan Marc Marquez (2013, 2014, 2016-2019).

Menurut sejarah MotoGP, sejak bergulir 1949 baru ada tiga pembalap Spanyol yang berhasil meraih titel juara dunia.

Jika Mir berhasil jadi juara dunia Moto GP 2020, pembalap Team Suzuki Ecstar itu menjadi pembalap Spanyol keempat yang sukses jadi juara dunia di kelas premier balap motor.

Tidak sampai disitu, sejarah baru lainnya adalah Mir anak menjadi pembalap termuda yang juara dunia kelas premier Moto GP.

Baca juga: Quartararo: ‘Habis-Habisan’ di MotoGP Europe 2020

Dia akan menggeser posisi Freddie Spencer sebagai pembalap termuda. Freddie menggasak titel juara dunia GP 500 musim 1983 di usia 21 tahun 258 hari.

Seandainya meraih titel juara dunia MotoGP 2020 pada akhir musim di MotoGP Portugal. Maka, Mir genap berusia 21 tahun 81 hari.

Mir menjadi pembalap termuda kedua yang berhasil jadi juara dunia.

Pembalap termuda yang berhasil jadi juara dunia kelas Moto GP masih dipegang Marc Marquez dengan usia 20 tahun 266 hari.

Baca juga: Lagi, Satu Pasien Corona Sulteng Asal Kota Palu Meninggal Dunia

Karir Mir Sebelum Jadi Juara Dunia MotoGP 2020

Mir sebelumnya pernah merasakan kemenangan manis bersama tim Red Bull Rookies Cup pada tahun 2004. Berada peringkat dua pada akhir musim di tahun pertamanya bersama Red Bull Rookies.

Musim berikutnya, Joan Mir merasakan panasnya persaingan Moto3 dengan dukungan melimpah. Harapannya, Mir menjadi penantang gelar Kejuaraan dunia Moto3.

Musim pertama, Joan Mir meraih beberapa kemenangan luar biasa. Sayangnya, akhir musim Joan Mir hanya berhasil menempati peringkat empat klasemen akhir Moto3.

Tahun 2016, Joan Mir bergabung dengan Leopard Racing dengan pabrikan KTM, saat menggantikan Hiroko Ono yang mengalami cedera. Mir kemudian terpilih sebagai Rookie Of The Year.

Tahun 2017, Mir pindah pabrikan namun masih bersama Leopard Racing, dengan pindah ke Honda. Dia berhasil meraih 10 kemenangan, di mana itu baru pertama kali dia rasakan dalam ajang moto3.

Pembalap yang berasal dari Mallorca, Spanyol ini naik takhta pada musim 2018 ke Moto2 duet dengan Alex Marquez.

Kepercayaan diri yang bagus, serta rentetan gelar Rookie of the Year membuat tim Suzuki Ecstar meminangnya pada musim 2019 saat promosi ke kelas utama kejuaraan dunia MotoGP.

Debutnya dengan Suzuki Ecstar, Joan Mir tak pernah naik podium. Dia mengumpulkan 92 poin di akhir kompetisi dengan duduk di posisi 12 klasemen MotoGP.

Enam Pembalap Suzuki Juara Dunia MotoGP

Berikut enam pembalap Suzuki peraih titel juara di kelas utama MotoGP.

Pertama, Barry Sheene (1976 – 1977) Pebalap asal Inggris ini menjadi penunggang motor Suzuki pertama yang menjadi juara di kelas utama.

Barry juara pada 1976 dan 1977. Musim 1976, Sheene memenangi lima seri GP 500 untuk menjadi juara dunia.

Tahun berikutnya, dia menggenggam enam kemenangan.

Kedua, Marco Lucchinelli (1981). Lucchinelli menunggani motor Suzuki RG500 saat menjadi juara dunia 1981.

Dia sebelumnya bersaing ketat dengan pembalap Suzuki dari tim berbeda, Randy Mamola.

Namun, berkat lima kemenangan, Lucchinelli keluar sebagai juara dengan keunggulan 11 poin dari Mamola.

Ketiga, Franco Uncini (1982) Pebalap asal italia ini masih memakai motor andalan RG500 saat menjadi juara dunia 1982. Uncini meraih total lima kemenangan pada musim tersebut. Di klasemen akhir, Uncini unggul 27 poin atas pebalap Yamaha (YZR500) Graeme Crosby.

Keempat, Kevin Schwantz (1993). Schwantz bersaing ketat dengan Wayne Rainey dari Yamaha dalam perburuan gelar juara musim 1993.

Pembalap asal Amerika Serikat itu akhirnya menjadi kampiun setelah merebut empat kemenangan dengan total poin akhir 248.

Kelima, Kenny Roberts Jr. (2000). Kenny Roberts Jr bergabung dengan Suzuki pada 1999 dan hanya membutuhkan waktu satu musim untuk menjadi juara dunia. Rider asal Negeri Paman Sam ini meraih empat kemenangan dan lima podium dalam 16 balapan. Musim balap 2000 juga diwarnai debut Valentino Rossi.

Keenam, Joan Mir (2020). Mir menjadi anggota terbaru Suzuki yang menjadi kampiun di kelas utama MotoGP. Dia memastikannya pada MotoGP Valencia 2020.

Mengoleksi 171 poin. Dia unggul 29 angka dari Morbidelli di peringkat kedua. Sebenarnya, musim ini masih ada satu balapan lagi, yakni MotoGP Portugal, pekan depan. Namun, poin Mir sudah tidak mungkin terkejar lagi.

Kebangkitan Suzuki di MotoGP

Dilansir dari Skor, Suzuki di luar espektasi mampu mengibarkan benderanya di MotoGP 2020 ini. Joan Mir mampu menjadi kampiun kali pertama bagi pabrikan asal Hamamatsu Jepang di kelas utama sejak Kenny Roberts Junior pada 2000.

Tanda-tanda Suzuki sangat impresif musim 2020, sudah terlihat sejak rangkaian tes pramusim. Sempat Suzuki menjadi favorit di lomba pembuka GP Qatar.

Davide Brivio, Prinsipal Tim Suzuki Ecstar adalah orang di balik kebangkitan Suzuki di MotoGP musim 2020.

Brivio berani mengambil dua rookie tidak berpengalaman untuk mengembangkan Suzuki GSX-RR menjadi motor dengan anggaran paling rendah di MotoGP.

Brivio menggunakan markas Suzuki Eropa di luar kota Milan Italia untuk membangun basis struktur tim.

Hebatnya, Brivio mampu menjalankan tim pabrikan dengan semangat kekeluargaan seperti skuat satelit.

Ini yang tidak dimiliki rival-rival tim pabrikan lainnya yang berasal dari Jepang.

Cara Brivio tidak biasa dilakukan di MotoGP. Suzuki sama seperti Ducati dan Aprilia adalah tim yang menjalankan manajemen dengan cara Negeri Spageti.

Mulai dari merekrut dan mengelola pembalap hingga pengembangan motor. KTM yang berasal dari Austria juga menjalankan segalanya di MotoGP dengan cara seperti yang mereka lakukan di pabriknya, Mattighofen.

Yamaha dan Honda juga menjalankan tim MotoGP mereka dari Eropa. Lin Jarvis memimpin Yamaha di Milan sedangkan Alberto Puig menangani Honda di Barcelona, Spanyol.

Namun, kedua tim pabrikan itu masih sangat terikat dengan cara dan metode korporasi ala Jepang, negara asal Yamaha dan Honda.

Hal yang dilakukan Suzuki mengedepankan kekeluargaan untuk tim MotoGP sangatlah unik dan menarik.

Itu terlihat dari kedekatan Brivio dengan para pemimpin teknik Suzuki asal Jepang, Ken Kawauchi (manajer teknis) dan Shinichi Sahara (direktur tim).

Keputusan memilih bakat muda berbakat dari Moto2, Alex Rins dan Joan Mir, misalnya. Suzuki terbukti berhasil mengangkat Rins dan Mir dari kelas Moto2 menjadi pembalap tim pabrikan yang kini ditakuti.

Rins kini menjalani tahun keempat sebagai pembalap Suzuki. Mir yang baru tahun kedua di MotoGP, mampu menjadi kampiun.

Dalam merekrut pembalap, Suzuki tidak memiliki struktur pengembangan pembalap muda. Ini juga tidak seperti para rival mereka yang lebih menyukai merekrut nama-nama besar.

Saat Brivio dan kru asal Italia-nya menjalankan tim seperti dalam keluarga, para teknisi Suzuki asal Jepang mengimbanginya dengan pengembangan teknologi.

Suzuki GSX-RR masih mengadopsi mesin empat silinder segaris (inline-4) dangan sasis aluminium bertiang ganda (twin-spar) yang selama ini diremehkan.

Namun, musim ini para teknisi Suzuki mampu membuat sasis dan lengan ayun (swingarm) yang disebut-sebut terbaik di grid MotoGP karena sangat “ramah” dengan ban baru lansiran Michelin.

Hasilnya, handling Suzuki GSX-RR dinilai sangat menyatu dengan gaya balap Rins dan Mir. Suzuki sangat cepat saat masuk dan keluar tikungan serta stabil saat menikung.

Dari sisi performa, mesin inline-4 Suzuki perlahan hampir menyamai level mesin-mesin V4 milik Honda dan Ducati.

Suzuki memang belum mampu menyamai kecepatan motor-motor V4 di lintasan lurus dan masih kesulitan melewati mereka lewat slipstream. Namun, untuk dua hal tersebut, Suzuki tidaklah separah Yamaha, pabrikan lain yang menggunakan mesin inline-4.

Dari sisi teknik dan strategi, Suzuki mengalami perubahan besar-besaran sejak terpuruk di MotoGP 2017. Merekrut juara dunia Superbike 2014, Sylvain Guintoli, sebagai penguji dan menduetkannya dengan kepala teknisi senior, Tom O’Kane adalah langkah brilian.

Duet Guintoli dan O’Kane dalam memberikan masukan teknis mampu mengisi kekurangan data Suzuki yang tidak memiliki tim satelit seperti yang didapat Ducati dari Jack Miller atau Honda dari Cal Crutchlow.

“Kami akan sangat senang memiliki tim satelit. Dengan banyaknya pembalap, kami bisa mendapatkan informasi teknis beragam untuk pengembangan motor seperti pabrikan lain,” tutur Brivio.

Masalahnya, bujet Suzuki untuk MotoGP masih dikontrol penuh dari prinsipal mereka di Hamamatsu, Jepang. Semua tahu, anggaran Suzuki untuk MotoGP tidaklah sebesar Honda dan Yamaha.

Meskipun begitu, dengan struktur tim yang solid, motor yang cepat, dan dua musim lagi diperkuat pembalap sangat berbakat (Rins dan Mir dikontrak sampai 2022), sulit membayangkan Suzuki tidak akan hebat di masa mendatang.

Suzuki Ingin Miliki Tim Satelit

Tim Suzuki di MotoGP mengungkap kalau pabrikan motor Jepang ini siap untuk memiliki tim satelit.

Hal ini, tentu untuk memperkuat dan mempercepat pengembangan motor Suzuki GSX-RR mereka di ajang balap motor prototipe itu.

Namun performa Suzuki GSX-RR mereka sudah mampu bersaing dengan pabrikan motor lain yang memiliki empat pembalap dengan dua komposisi dua pembalap tim pabrikan dan dua pembalap tim satelit.

Saat ini, Suzuki hanya dinaungi dua pembalap muda yaitu Alex Rins dan Joan Mir di tim Suzuki Ecstar.

Jika Suzuki menambah dua pasukan lagi dengan adanya pembalap dari tim satelit, pastinya pengembangan dan data riset Suzuki untuk menjadikan GSX-RR menjadi motor kompetitif pasti akan lebih cepat lagi.

Davide Brivio mengatakan, meskipun tim satelit adalah sesuatu yang dicita-citakan selama bertahun-tahun, namun ia tetap harus berhati-hati.

Ia mengatakan, Suzuki hanya perlu menemukan seseorang yang ingin melakukannya bersama keluarga besar tim pabrikan itu.

Brivio tak memungkiri kalau Suzuki sudah membicarakan hal ini dengan Dorna Sports selaku promotor MotoGP. Kontrak baru antara marketing perusahaan dan tim dimulai dalam dua tahun.

Apalagi, Dorna Sports juga memberikan kemudahan untuk tim satelit dalam menjalankan operasional mereka dengan bantuan finansial.

Tiap pembalap di tim Satelit menerima dana 2,5 juta Euro atau setara Rp 43,265 miliar (kurs 1 Euro = Rp 17.306 per 30 Agustus 2020) untuk satu pembalapnya.

Sehingga, ini akan memungkinkan tim tak perlu terlalu memikirkan gaji pembalap, hanya cukup mencari sponsor untuk biaya operasional tim.

Bahkan, Dorna juga membatasi untuk biaya sewa motor dari tim pabrikan dengan nilai maksimal 2,2 juta Euro atau setara Rp 38 miliar untuk satu musim.

Update Klasemen MotoGP 2020 setelah GP Valencia

  1. Joan Mir (Tim Suzuki Ecstar) 171 poin
  2. Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) 142 poin
  3. Alex Rins (Suzuki Ecstar) 138 poin
  4. Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha) 127 poin
  5. Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) 125 poin
  6. Andrea Dovizioso (Ducati) 125 poin
  7. Pol Espargaro (Red Bull KTM) 122 poin
  8. Jack Miller (Pramac Ducati) 112 poin
  9. Takaaki Nakagami (LCR Honda) 105 poin
  10. Miguel Oliveira (KTM Tech3) 100 poin
  11. Brad Binder (Red Bull KTM) 87 poin
  12. Danilo Petrucci (Ducati) 78 poin
  13. Johann Zarco (Avintia Racing) 71 poin
  14. Alex Marquez (Repsol Honda) 67 poin
  15. Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha) 62 poin
  16. Francesco Bagnaia (Pramac Racing) 47 poin
  17. Aleix Espargaro (Aprilia Racing) 34 poin
  18. Cal Crutchlow (LCR Honda) 29 poin
  19. Iker Lecuona (KTM Tech3) 27 poin
  20. Stefan Bradl (Repsol Honda) 18 poin
  21. Bradley Smith (Aprilia Racing) 12 poin
  22. Tito Rabat (Avintia Racing) 10 poin
  23. Michele Pirro (Ducati) 4 poin
  24. Lorenzo Savadori (Aprilia Racing) 0 poin
  25. Marc Marquez (Repsol Honda) 0 poin

Baca juga: Parigi Moutong Akan Miliki Sirkuit Balap Motor

Laporan: Muhammad Rafii

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.