Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Jokowi Sebut Permintaan Porang di Pasar Ekspor Meningkat

Jokowi Sebut Permintaan Porang di Pasar Ekspor Meningkat
Foto: Illustrasi porang komoditas menarik Pasar Ekspor.

Gemasulawesi– Presiden Jokowi sebut permintaan porang di Pasar Ekspor meningkat. Industri tanaman umbi ini memiliki nilai sangat besar dan terbuka lebar untuk digarap di dalam negeri.

Permintaan porang di Pasar Ekspor meningkat, ditambah lagi komoditas itu juga bisa dibuat menjadi berbagai macam jenis olahan seperti mi, beras, kwetiau, bakso, sosis, es krim, dan lain-lain.

Oleh sebab itu, Jokowi berharap industri porang di Indonesia dapat mengekspor olahan porang agar nilai jual produk semakin tinggi.

Baca juga: Buah-buahan Indonesia Dominasi Ekspor Hortikultura

“Kita harapkan kita tidak akan mengekspor porang dalam bentuk mentahan, tapi seperti yang kita lihat tadi di sini, ini sudah setengah jadi. Ini bisa menjadi tepung dan Insya Allah tahun depan sudah menjadi barang jadi, menjadi beras porang,” ucapnya.

Jokowi pun meminta kepada Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) agar terus mengembangkan industri porang dari hulu hingga hilir. Itu karena permintaan porang di Pasar Ekspor meningkat.

Baca juga: 2021, Kementan Target Tanam Porang Seluas 10 ribu Hektar

Kementan komitmen kembangkan industri porang di Indonesia

Mentan SYL pun menyatakan, dia dan jajarannya berkomitmen untuk terus mengembangkan industri porang Tanah Air.

“Ada dua pilihan Bapak Presiden untuk didorong maksimal, antara lain komoditi porang dan yang kedua sarang burung walet. Hari ini, tentu saja seperti harapan Bapak Presiden, budidaya porang kita kembangkan,” tutur SYL.

SYL mengungkapkan, harga porang di pasaran saat ini sedang tinggi. Bahkan, harga beras porang shiratake dibanderol dengan harga lebih dari Rp200.000 per kg.

“Harga porang sekarang bagus, tetapi kita tidak boleh bergantung pada ekspor. Oleh karena itu, mengolah produk turunan porang harus dilakukan sendiri di Indonesia,” tegasnya.

Baca juga: Kementan Alokasikan 25 Hektare Budi Daya Porang di Parimo

Porang akan Menjadi Makanan Masa Depan

Jokowi mengatakan porang akan menjadi makanan pengganti beras pada masa depan. Bahkan, saat ini permintaan porang di Pasar Ekspor meningkat.

Hal ini dia sampaikan saat mengunjungi pabrik pengolahan tanaman umbi-umbian porang, PT Asian Prima Konjac, di Kota Madiun, Jawa Timur (Jatim), Kamis 19 Agustus 2021.

“Porang ini akan menjadi makanan masa depan karena low calorie, low carbo, dan juga rendah kadar gula,” ujar Jokowi.

“Saya kira ini akan menjadi makanan sehat di masa depan. Ini juga bisa menjadi pengganti beras yang lebih sehat, karena kadar gulanya sangat rendah,” ucapnya.

Baca juga: Sumut Ekspor Jengkol dan Petai ke Jepang

Berdasarkan laporan kunjungannya itu, Jokowi menjelaskan satu hektar lahan dapat menghasilkan 15 hingga 20 ton porang.

“Saya tadi menanyakan, porang per hektar bisa menghasilkan berapa ton, disampaikan satu hektar (ha) bisa menghasilkan 15 sampai 20 ton,” tuturnya.

Jokowi menambahkan, hasil panen porang di musim tanam pertama bisa mencapai Rp40.000.000 dalam kurun waktu delapan bulan. (**)

Baca juga: Porang Komoditi Ekspor Indonesia Diminati Pasar Eropa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post