Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Jokowi Berharap Sulsel Jadi Lumbung Pangan Nasional

Jokowi Berharap Sulsel Jadi Lumbung Pangan Nasional
Foto: Jokowi Berharap Sulsel Jadi Lumbung Pangan Nasional

Gemasulawesi– Presiden Jokowi berharap Bendungan Paselloreng dan Gilireng di Kabupaten Wajo, dapat menjadikan Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai lumbung pangan nasional.

“Alhamdulillah Bendungan Pasallerong di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulsel yang dibangun tahun 2015, hari ini sudah selesai dan siap difungsikan,” kata Jokowi dalam sambutannya saat meresimikan Bendungan dan Giliring di Kabupaten Wajo, Sulsel, Kamis, 9 September 2021.

Daya tampung Bendungan Passeloreng ini sebesar 138 juta meter kubik dan mampu mengairi sebanyak 8.500 hektar sawah. Dengan kapasitas sebesar itu, bendungan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan, termasuk pada kesejahteraan petani.

Baca juga: Puluhan TKA China Masuk Sulsel Saat PPKM Darurat

Selain itu, kata Jokowi, bendungan ini memiliki ketahanan air sehingga bisa mereduksi terjadinya banjir, termasuk menyediakan air baku bagi 6 kecamatan di Wajo.

“Juga berfungsi untuk konservasi untuk pariwisata, sehingga memberikan pendapatan baru bagi masyarakat,” kata dia.

Bendungan ini disebut menelan dana sebesar Rp 771 miliar dan juga dilengkapi dengan bendungan irigasi Gilireng yang akan bermanfaat untuk mendukung Sulsel sebagai lumbung pangan nasional.

“Kita tahu ketahanan pangan butuh suplai air dan air akan ada kalau kita memiliki sebanyak banyaknya bendungan sehingga bisa menyediakan suplai air secara continue dan berkelanjutan,” sebutnya.

Jokowi menyebut usai peresmian bendungan di Sulsel masih akan ada lagi penyelesaian bendungan-bendungan yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Tahun ini akan dan sudah diselesaikan sampai Desember nanti 17 bendungan dan kita harapkan bendungan yang ada ini, ketahanan kangen kita bisa kita perkuat dan ditingkatkan,” terangnya.

Diketahui, Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air pada 2020 menambah tiga bendungan baru, sehingga menjadi 18 bendungan.

Ketiga bendungan yang selesai tahun ini adalah Bendungan Napun Gete di Nusa Tenggara Timur, Tukul di Jawa Timur, dan Tapin di Kalimantan Selatan.

Dengan selesainya tiga bendungan itu, menambah suplai irigasi menjadi 116.162 Ha dan air baku sebesar 7,29 m3/detik.

Pengelolaan sumber daya air dan irigasi melalui pembangunan bendungan akan terus dilanjutkan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan.

Kementerian PUPR menargetkan sebanyak 61 bendungan baru tuntas secara bertahap hingga 2024, sehingga akan menambah jumlah tampungan air sebesar 3.836, 38 juta m3. (***)

Baca juga: DPUPRP Parimo Bersihkan Material Kayu di Bendungan Parigi Kanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post