Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Jemput Jenazah Covid19, Camat Ampibabo: Itu Spontan

Jemput Jenazah Covid19, Camat Ampibabo: Itu Spontan
Foto: Oknum camat jemput paksa jenazah covid19.

Gemasulawesi– Camat Ampibabo, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Andi Syarif membela diri dengan menyebut tindakannya jemput jenazah Covid19 dari Puskesmas dilakukan secara spontan usai mendapatkan desakan keluarga Almarhum H Harmin.

“Dalam keadaan seperti kemarin malam itu, spontanitas bahasa saya, kita makamkan seperti biasa,” ungkap Andi Syarif saat dihubungi, Kamis 29 Juli 2021 malam.

Camat mengakui, almarhum merupakan kakak sepupunya. Sehingga, ketika diketahui pasien meninggal dunia, keluarga langsung menghubunginya untuk jemput jenazah covid19.

Baca juga: Oknum Camat Jemput Paksa Jenazah Covid19 di Ampibabo

Mereka mendesaknya untuk jemput jenazah covid19 agar pemakaman tidak dilakukan dengan ketentuan Prokes.

Syarif tuding ada semacam tekanan dilakukan terhadap keluarga almarhum. Sehingga mereka mengalami ketakutan.

“Sehingga, malam itu saya katakan sudahlah, ini keluarga saya bawa pulang walaupun dalam keadaan Covid19. Alhamdulilah, dengan keluarga saya makamkan malam itu juga, meski tidak sesuai Prokes,” ungkapnya.

Syarif juga mengaku, tidak mengetahui kondisi kesehatan almarhum, sebab pihak keluarga tidak memberitahukannya lebih awal.

Bahkan, dia membantah dalam pengaruh minuman keras saat jemput jenazah covid19 di Puskesmas. 

“Kalau saya dinyatakan dalam keadaan mabuk, tentu apa yang saya lakukan tidak saya sadari. Pasti saya obrak-abrik apa yang ada disana,” tegasnya.

Syarif menyebutkan tindakannya jemput jenazah covid19 itu dalam keadaan sadar. Serta menyadari dirinya sebagai seorang kepercayaan pemerintah di Kecamatan Ampibabo.

Camat siap dihukum atas tindakannya itu

Dengan tegas, Camat Ampibabo mengatakan siap diproses hukum dan disiplin PNS, sebagai sanksi atas tindakannya.

Jika akibat tindakannya itu, berujung menjadi sebuah kesalahan untuknya, dia mengaku siap menerima sesuai ketentuan.

“Mungkin taruhan jabatan saya tidak apa, yang penting jenazah keluarga ini, saya bawa pulang,” tegasnya.

Dia menegaskan, perbuatannya malam itu, tidak bermaksud mengabaikan Prokes. Sebab, tindakan itu tidak akan mungkin dilakukannya, tanpa desakan.

“Pernyataan siap diproses dan dipecat atas tindakan itu, saya terima apa adanya. Memang itu kalimat saya,” kembali menegaskan.

Menurutnya, mengapa masalah itu dipersoalkan ketika tindakan itu dilakukannya.  Sementara sebelumnya, pernah terjadi tindakan sama di wilayah itu.

“Kenapa lain tidak diberikan tindakan, cuman saya seperti itu dilakukan. Seperti kakak sepupuh saya, keluarga juga bertindak kemarin untuk membongkar peti jenazah, dan dikuburkan selayaknya,” terangnya.

“Mungkin Allah sudah berkehendak seperti itu,” sebutnya.

Kapolsek sebut oknum dalam pengaruh minuman keras

Sebelumnya, Kapolsek Ampibabo menyebut dalam pengaruh minuman keras, oknum pejabat di Kecamatan Ampibabo, jemput paksa jenazah covid19 atas nama H Harmin, Rabu 28 Juli 2021.

“Iya memang benar kejadian itu. Oknum pejabat merupakan Camat Ampibabo, Andy Syarif,” ungkap Kapolsek Ampibabo, IPTU Nasir Mangaseng saat dihubungi, Kamis 29 Juli 2021.

Sebenarnya keluarga pasien sudah menerima saran petugas Puskesmas, untuk dilaksanakan pemulasaran jenasah, Hj Harmin sesuai standar covid-19. Namun, oknum Camat Ampibabo datang dalam keadaan mabuk dan memprovokasi keluarga pasien.

Oknum Camat Ampibabo memerintahkan jemput paksa jenazah covid19. Dan mengatakan akan bertanggungjawab serta menyatakan siap dipecat dan diproses hukum.

Baca juga: Jenazah Korban Tambang Buranga Bertambah, Total Enam Ditemukan

Laporan: Novita Ramadhani 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post