Jembatan Sungai Motou Sigi Terputus

waktu baca 3 menit
Jembatan Sungai Motou Sigi Terputus, (Foto: Antara)

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Jembatan Sungai Motou Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah terputus akibat diterjang banjir.

“Banjir menerjang pada Kamis 22 Oktober 2020 dini hari,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah Asrul di Motou Palolo, Kamis 22 Oktober 2020.

Ia mengatakan, dengan jembatan Sungai Motou Sigi terputus mengakibatkan arus lalu lintas kendaraan dari arah Palolo menuju Napu Kabupaten Poso dan sebaliknya tidak bisa dilintasi.

Jembatan itu lanjut dia, terletak pada jalur provinsi yang menghubungkan Kota Palu dengan sebagian desa di Kecamatan Palolo dan Nokilalaki Sigi dan Dataran Napu di Kabupaten Poso.

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Rumah Sakit Raja Tombolotutu

“Bagian ujung jembatan sebelah utara, sekitar lima meter ambruk diterjang banjir menyusul hujan lebat yang mengguyur wilayah Palolo dan Nokilalaki, Kabupaten Sigi sepanjang 21-22 Oktober 2020,” terangnya.

Untuk sementara waktu kata dia, arus lalu lintas kendaraan dari arah Kota Palu menuju dua kecamatan di Sigi dan Dataran Napu, Kabupaten Poso lumpuh total.

Ia melanjutkan, ada jalan lain sebagai alternatif melalui poros jalan desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki dan Desa Rahmat di Kecamatan Palolo.

“Namun, kondisi jalan masih sulit dilewati, sebab ada jembatan kecil di ruas jalan tersebut juga rusak, sehingga sulit dilewati mobil dan motor,” sebutnya.

Baca juga: Ratusan Siswa Parimo Putus Sekolah

Asrul mengaku telah mendatangkan alat berat dari Sigi ke lokasi banjir. Ini dilakukan agar jalur jalan poros ini bisa segera dilewati kendaraan.

Pemkab Sigi akan berupaya untuk secepatnya menormalkan kembali jalur itu dengan memasang jembatan darurat dari batang kelapa.

Pemerintah Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah sebelumnya mengingatkan untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem, yang diprediksi terjadi hingga Februari 2021.

Baca juga: Lagi, Luapan Banjir Putus Akses Jalan Banggai-Touna Sulteng

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi Asrul mengatakan, Badan meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat telah memperingatkan perlunya kewaspadaan tinggi, untuk mengantisipasi bencana alam karena puncak fenomena La Nina.

“Diprakirakan, fenomania La Nina di Indonesia akan terjadi mulai Desember 2020 hingga Januari 2021. Kejadiannya berbarengan dengan dimulainya musim hujan,” tuturnya.

Meskipun puncaknya baru terjadi di Desember 2020, namun La Nina yang mengakibatkan curah hujan tinggi itu sudah terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia pada Oktober 2020 ini.

Baca juga: Dugaan Korupsi Jembatan IV Palu Sulteng, Negara Merugi Puluhan Miliar

Termasuk di sejumlah wilayah di Sulteng, yang salah satunya terjadi di Kabupaten Sigi. Curah hujan saat ini masih tinggi, sehingga perlu diwaspadai masyarakat.

Kabupaten Sigi banyak sungai yang setiap kali curah hujan meningkat, mengalami bencana baik banjir maupun longsor. Sigi, adalah daerah paling rawan bencana alam banjir dan longsor.

Dalam kurun tiga tahun terakhir ini, tercatat sudah beberapa kali banjir bandang terjadi. Seperti di wilayah Kecamatan Kulawi, Dolo Selatan, Dolo dan Gumbasa.

Baca juga: Kasus Suap Jembatan Palu IV, Kejati Sulteng Periksa 53 Saksi

Laporan: Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.