Jelang Idul Adha, Wapres Minta Masyarat Potong Kurban di RPH

Jelang Idul Adha, Wapres Minta Masyarat Potong Kurban di RPH
Foto: Illustrasi rumah pemotongan hewan.
Jangan Lupa Share

Berita nasional, gemasulawesi– Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin meminta masyarakat potong kurban di RPH. Dan tidak Shalat Idul Adha berjamaah di masjid maupun di lapangan.

“Berjamaah itu hukumnya sunah, tetapi menjaga diri dari pandemi Covid-19 itu hukumnya wajib sehingga hal wajib harusnya didahulukan daripada sunah,” ungkap Wapres Ma’ruf, Minggu, 18 Juli 2021.

Ketentuan potong kurban di RPH dan Shalat Idul Adha di rumah bertujuan menekan kasus Covid-19 di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Baca juga: Pasokan Hewan Kurban Idul Adha Dipastikan Aman

Kebijakan itu ditegaskannya, tidak untuk menghalangi ibadah umat Islam di masjid melainkan melindungi masyarakat dari bahaya Covid-19.

Aturan ihwal Idul Adha telah diatur dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Idul Adha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H di Wilayah PPKM Darurat.

Selain itu, Tausiah Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor Kep-1440/DP-MUI/VII/2021 tentang Pelaksanaan Ibadah, Salat Idul Adha, dan Penyelenggaraan Qurban Saat PPKM Darurat telah mengatur ketentuan peribadatan umat Islam.

“Saya minta jangan sampai (salat berjamaah). Karena ada beberapa daerah yang emosional tetap ingin mengadakan Salat Id (Idul Adha) di lapangan, karena itu sangat berbahaya,” kata Ma’ruf Amin.

Potong kurban di RPH cegah kerumunan 

Wapres Ma’ruf Amin meminta pemotongan hewan kurban Idul Adha dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH). Langkah itu untuk mencegah kerumunan pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat.

Kemudian, seluruh ulama, kiai, dan tokoh agama di daerah untuk menyosialisasikan kepada umat Islam agar imbauan itu terlaksana.

“Hal ini merupakan tanggung jawab kita sebagai ulama yang memang memiliki tugas untuk itu,” ujarnya.

Warga berhak menerima hewan kurban, diminta untuk tinggal di rumah menunggu pemberian hewan kurban. Pendistribusian hewan kurban harus dilakukan oleh petugas dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Ihwal ketentuan pemotongan dan pendistribusian hewan kurban, Wapres akan berkoordinasi dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Minggu malam ini. (***)

Baca juga: Kementan Prediksi 10 Persen Penurunan Pemotongan Hewan Kurban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post