Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Jelang HUT Lintas Ke 66, Polda Sulteng Gelar Donor Darah

Jelang HUT Lintas Ke 66, Polda Sulteng Gelar Donor Darah
Foto: Jelang HUT Lintas Ke 66, Polda Sulteng Gelar Donor Darah.

Gemasulawesi– Direktorat Lalu Lintas Polda Sulteng menggelar kegiatan donor darah, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lantas Bhayangkara ke 66, Rabu 15 September 2021.

“Karena masih dalam suasana pandemi Covid19, maka kegiatan menyambut HUT Lalu Lintas lebih kepada pelaksanaan kegiatan sosial,” ungkap Dirlantas Polda Sulteng Kombes Kingkin Winisuda, saat ditemui, Rabu.

Dia mengatakan, kegiatan donor darah Polda menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Sulteng, dengan target 100 kantong darah.

Baca juga: Ratusan Juta Anggaran Stok Darah BLUD RSUD Anuntaloko ‘Tidak

Selain itu, pihaknya berencana menggelar kegiatan bakti sosial pembersihan rumah-rumah ibadah, dan pembagian Sembako sebanyak 1.250 paket.

Sasaran penerima kata dia, masyatakat terdampak Covid19 di Sulawesi Tengah. Tujuannya, sebagai upaya meringankan beban ekonomi mereka, yang mengalami banyak keterbatasan dam kesulitan dimasa pandemi saat ini.

“Semoga apa yang kami lakukan dapat bermanfaat dan membantu masyarakat di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Kegiatan donor darah itu, bertempat di aula wirasatya Ditlantas Polda Sulteng, diikuti oleh personil Polda Sulawesi Tengah, Bapenda Sulawesi Tengah, dan Jasa Raharja.

Diketahui, sejarah lalu lintas di Indonesia tidak lepas dari perkembangan teknologi automotif dunia, berawal dari penemuan mesin dengan bahan bakar minyak bumi.

Pada Jaman revolusi di Eropa terutama akhir abad 19 mobil dan sepeda motor mulai berkembang banyak diproduksi.

Industri Mobil dipelopori Benz yang perusahaannya berkembang sejak tahun 1886. Pemerintah Hindia Belanda yang saat itu menjajah Indonesia mulai membawa mobil dan sepeda motor masuk ke Indonesia.

Mulai munculnya aktivitas lalu lintas kendaraan bermotor di Indonesia. Ketika mobil dan sepeda motor bertambah banyak Pemerintah Hindia Belanda mulai merasa perlu mengatur penggunaannya.

Peraturan pertama di keluarkan pertama kali pada tanggal 11 Nopember 1899 dan dinyatakan berlaku tepat tanggal 1 Januari 1900. Bentuk peraturan ini adalah Reglement (Peraturan Pemerintah) yang disebut Reglement op gebruik van automobilen ( stadblaad 1899 no 301 ).

Sepuluh tahun kemudian pada tahun 1910 dikeluarkan lagi Motor Reglement (stb 1910 No.73 ).

Dengan demikian pemerintah Hindia Belanda telah memperhatikan masalah lalu lintas di jalan dan telah menetapkan tugas Polisi di bidang lalu lintas secara represif. (***)

Baca juga: PMI Parimo Minta Dukungan Pemda Bangun Unit Transfusi Darah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post