2Banner GIF 2021

Jaringan Internet Hambat Ujian Berbasis Komputer SMPN 1 Parigi

Jaringan Internet Hambat Ujian Berbasis Komputer SMPN 1 Parigi
Foto: Jaringan Internet Hambat Ujian Berbasis Komputer SMPN 1 Parigi.

Gemasulawesi– SMPN 1 Parigi, Parigi Moutong, alami kendala jaringan internet pada hari pertama pelaksanaan asessmen nasional atau ujian berbasis komputer, Senin 4 Oktober 2021.

“Pada awal sesi pertama pelaksanaan ujian berjalan dengan mulus. Bahkan, ada beberapa siswa telah selesai mengerjakan tes. Namun, diakhir sesi pertama setelah itu jaringan tiba-tiba gangguan,” ungkap Kepala SMP Negeri 1 Parigi, Ikbal Abdul Azis Maro saat ditemui.

Dia mengatakan, pihaknya tidak mengetahui pasti mengapa jaringan internet pada pelaksanaan ujian berbasis komputer bisa mengalami gangguan, padahal persiapan dilakukan dari jauh hari sebelumnya.

Baca juga: Minim Kuota Vaksin Hambat Capaian Vaksinasi di Parigi Moutong

Namun kata dia, pada simulasi ujian berbasis komputer beberapa waktu, pelaksanaanya dianggap gagal akibat gangguan serupa. Kemudian, pada tahapan gladi bersihnya berjalan tanpa adanya kendala dalam kegiatan itu.

“Tapi memang kami sudah konfirmasi juga dengan sekolah lainnya, kendala jaringan itu juga mereka alami. Kendala ini sepertinya juga dari pusat,” kata dia.

Menurut dia, dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer ini, pihaknya mengikutkan sebanyk 45 peserta didik. Dengan jumlah masing-masing siswa sebanyak 15 pada setiap sesi-sesi, dan lima orang lainnya merupakan cadangan.

“Ada tiga peserta didik juga yang berhalangan hadir dalam kegiatan ini, karena sedang sakit,” jelasnya.

Sementara itu, Perwakilan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sulawesi Tengah, Irman mengatakan, hampir sebagain wilayah Sulawesi Tengah mengalami kendala jaringan. Namun, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan admin tingkat kabupaten untuk mengatasi persoalan itu.

Menurut dia, kendala jaringan akan sangat berpengaruh saat pelaksanaan ujian berbasis komputer di masing-masing satuan pendidikan. Namun, tidak akan mempengaruhi hasil kerja peserta didik, karena akan tersimpan secara otomatis.

“Wilayah Parigi Moutong terdapat lima orang dari LPMP, bertugas untuk memantau jalannya ujian berbasis komputer,” ungkap Irman saat ditemui di Parigi.

Dia pun menjelaskan, pelaksanaan ujian melihat kualitas mutu pendidikan dari satuan pendidikan. Sehingga, tidak semua peserta didik mengikuti asessmen itu.

“Tetapi nantinya, hasil penilaian itu akan menjadi nilai dari profil  sekolah, karena pada ujian asesmen kompetensi minimum, survey lingkungan belajar, dan survey karakter,” pungkasnya.

Baca juga: Mendagri Dorong Parigi Moutong Percepat Realisasi Pendapatan dan Belanja

Laporan: Jurnalis Magang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post