Selasa, April 13, 2021
BerandaPARIGI MOUTONGDr Agus: Hanya 14 Persen Masyarakat Miliki Jamban

Dr Agus: Hanya 14 Persen Masyarakat Miliki Jamban

- Advertisement -spot_img

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah menyebut, data terkini hanya 14 persen masyarakat memiliki jamban.

“Data berita terkini itu adalah tantangan bagi kita semua untuk menyelesaikan pekerjaan rumah ini,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan dr Agus Suryono Hadi saat pembukaan Rapat kerja kesehatan daerah atau Rakerkesda 2020, dengan tema ‘Mewujudkan Parigi Moutong Kabupaten ODF atau Open Defecation Free, atau Stop Buang Air Besar Sembarangan Menuju Parimo Sehat’, di Aula Indoor Kantor Bupati Parimo Sulawesi Tengah, Rabu 3 Desember 2020.

Sehingga, memerlukan upaya besar untuk menjadikan Parigi Moutong menjadi kabupaten ODF.

Baca juga: Prof Sri: Vaksinasi Standar Kesejahteraan Sebuah Negara

Ia mengatakan, tidak mungkin mewujudkan Parigi Moutong menjadi kabupaten ODF tanpa dukungan para Kepala Desa, Camat dan Perangkat Daerah khususnya Dinas Kesehatan.

“Untuk itu mari bergotongroyong menyelesaikan tugas mulia ini. Kita ciptakan masyarakat Parigi Moutong 100 persen memiliki jamban. Dan menjadi kabupaten ODF menuju Parigmo Sehat,” sebutnya.

Parigi Moutong sesuai dengan visi kabupaten 2019-2023 dalam Renstra menyebutkan bidang kesehatan harus bisa memajukan kualitas dan cakupan layanan pendidikan dan kesehatan yang berdaya saing.

Baca juga: 115 Kepala keluarga di Desa Toboli Barat Dapat Bantuan Jamban

Dalam Rakerkesda ini, stake holder memulai mencari solusi, langkah strategis agar seluruh keluarga di Parigi Moutong memiliki akses menggunakan jamban sehat.

“Kami percaya kesuksesan raihan prestasi stunting dapat dijadikan semangat untuk mewujudkan Parigi Moutong menjadi kabupaten ODF,” tuturnya.

Hal itu sesuai dengan rencana pembangunan jangka panjang nasional pemerintah tahun 2005-2025. Dimana, kesehatan pendidikan dan peningkatan daya beli masyarakat menjadi tiga pilar utama, untuk mewujudkan sumberdaya manusia Indonesia berkualitas dan berdaya saing.

Baca juga: Rumah Sakit Raja Tombolotutu Parimo Punya Direktur Baru

Baca juga: Corona Sulteng Terkini, Satu Pasien Sembuh Asal Kota Palu

Pembangunan kesehatan pada hakikatnya adalah upaya yang dilaksanakan seluruh komponen bangsa Indonesia.

Tujuannya, untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat Kesehatan setinggi-tingginya. Sehingga, investasi bagi pembangunan SDM yang sejahtera.

“Kabupaten ODF merupakan pintu sukses perilaku masyarakat hidup sehat,” tegasnya.

Baca juga: Lima Kasus Baru Corona Sulteng, Tiga Asal Parimo

Berdasarkan laporan UNICEF dan WHO, penduduk dunia yang belum memiliki jamban sebanyak 2,4 miliar dari jumlah penduduk dunia 7,6 miliar.

Sehingga, WHO sejak 20 tahun silam, telah memerintahkan masyarakat harus memiliki jamban.

“Apresiasi untuk Kecamatan Mepangan yang telah lebih dahulu mendeklarasikan diri sebagai kecamatn ODF. Mari wujudkan agar seluruh masyarakat memiliki jamban,” tutupnya.

Baca juga: Pembuatan Jamban, Prioritas DD Desa Kayuboko Tahun 2019

Baca juga: Kabar Baik, Satu ODP di Parigi Moutong Telah Sehat

Laporan: Muhammad Rafii

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img