Jaga Stabilisasi Harga, Disperindag Parigi Moutong Pantau Pasar

51
Jaga Stabilisasi Harga, Disperindag Parigi Moutong Pantau Pasar
Illustrasi bahan pokok di pasar Parigi Moutong

Parigi moutong, gemasulawesi.com Disperindag Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) pantau pergerakan harga satuan bahan pokok dan satuan bahan penting.

“Setiap hari kami memantau pergerakan harga eceran di pasaran setiap harinya,” ungkap Kepala Bidang Pengawasan Barang dan Perlindungan Konsumen Disperindag Parigi Moutong, I Gede W Sudarta di ruang kerjanya, Kamis 20 Februari 2020.

Ia melanjutkan, dengan pemantauan dan pelaporan harga bahan pokok dan penting, pihaknya dapat mengetahui stok berbagai kebutuhan yang terdapat di pasaran.

Apabila stok bahan pokok dan penting berkurang kata dia, maka harga pun otomatis akan merangkak naik. Namun sebaliknya, apabila harga menurun atau murah maka stok di pasaran diartikan melimpah.

Hal itu sesuai dengan hukum pasar ekonomi yaitu adanya perbandingan suplay and demand suatu bahan pokok dan penting.

“Kami jika sudah mengetahui harga bahan pokok dan penting mengalami kenaikan, maka akan segera dilakukan pengawasan,” jelasnya.

Model pengawasan dan pengendaliannya berupa tindakan menahan bahan itu agar tidak keluar dari pasaran dari suatu daerah ke tempat lain.

Tapi sebaliknya, kalau harga bahan pokok dan penting di pasar suatu daerah mengalami penurunan, maka tindakan yang diambil berupa pendistribusian bahan secara merata kepada pasar-pasar yang mengalami kekurangan stok.

Terkait pendistribusian suplay and demand suatu pasar, pihaknya bekerjasama dengan Badan usaha logistik (Bulog) dan instansi lainnya.

“Contoh kerjasama dan koordinasinya adalah dalam melakukan operasi pasar. Bulog yang memiliki stok bahan, sedangkan Disperindag yang mengkoordinasikan kemana penempatan pasar murahnya,” terangnya.

Ia mengatakan, pihaknya dapat mengontrol harga yang sudah memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET). Acuan itulah yang menjadi landasan penjualan bahan pokok dan penting di pasaran.

Ada beberapa bahan pokok dan penting yang memiliki HET. Diantaranya, minyak goreng dan beras.

Sementara bahan pokok dan penting di pasaran yang tidak memiliki HET misalnya cabai rawit dan kopra.

“Kami meminta seluruh pihak untuk mampu menjaga stabilnya harga bahan pokok dan penting di pasaran. Kesatuan koordinasi diperlukan. Alasannya, tidak mungkin untuk melakukan itu jika hanya Disperindag sendiri,” tutupnya.

Baca juga: BKPSDM: Kesiapan Ujian CAT CPNS Parigi Moutong Sudah 80 Persen

Laporan: Muhammad Rafii

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.