Jadi Kawasan Pangan Nasional di Sulawesi Tengah, Ini Instruksi Mentan

waktu baca 2 menit

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Menjadi kawasan pangan Nasional, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menghimbau Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah untuk menyiapkan dan mengupayakan konsepsi atas pembangunan pertanian di Daerahnya, berikut instruksi Mentan SYL ke Gubernur Sulawesi Tengah.

Terkait konsep tersebut dikhususkan di tiga komoditas yaitu Jagung, Kedelai dan Kopi.

“Pertanian itu adalah logam mulia 1.000 karat karena pertanian mendukung dan memberi manfaat bagi jutaan orang. Gubernur datang ke apartemen saya pagi ini, jadi kami membuat janji sebelum 15 Juli kami menerima konsepsi ini. Untuk gugus tugasnya kita mulai awal Agustus. Kalau tidak ada 15 Juli, percuma Gubernur datang hari ini,” ucap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Intinya, lanjut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pertanian harus siap lahan, mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan tidak merugikan rakyat, dan agenda aksinya tentunya juga harus jelas.

Baca: Polisi Ungkap Fakta, Siswa MTs Kotamobagu Yang Dibully Hingga Tewas

Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, jangan memulai sesuatu dengan persoalan, buat konsep dan buat poligon dari tanah yang sudah disiapkan.

Terkait permintaan Menteri Pertanian Syahrul Yasin limpo, Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura menjelaskan apa yang sedang dipersiapkan di dalam Kawasan Ketahanan Pangan Nasional dan menerima tenggat waktu yang diberikan oleh Menteri Pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada prinsipnya menyetujui tiga wilayah yang disiapkan oleh Pemerintahan Provinsi (Pemprov), namun Menteri Pertanian mensyaratkan bahwa lahan yang disiapkan, jika termasuk dalam super prioritas program Kementerian Pertanian, luasannya harus dalam jumlah besar.

“Kalau lahan hanya ratusan hektar, biar itu urusan dinas saja,” ucap Menteri Pertanian Syahrul yasin Limpo. (*)

Baca: Begal Dada Mahasiswi di Manado, Pelaku Diduga Anggota Brimob

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.