Jumat, Juni 25, 2021
Jangan Lupa Share

Istri Tersangka Teroris Makassar Ajukan Praperadilan

Dinilai Penahanan Suami Tidak Sah

Must read

Jangan Lupa Share

Berita nasional, gemasulawesi– Dua istri tersangka teroris di Kota Makassar, mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Makassar, menilai penahanan suami mereka tidak sah.

“Sudah saya daftarkan kemarin,” ungkap kuasa hukum istri dari dua terduga teroris, Abdullah Mahir, Jumat 11 Juni 2021.

Saat ini para tersangka, Wahyudi (35) dan Muslimin J (39), kini ditahan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dalam situs resmi Pengadilan Negeri Makassar Jumat 11 Juni 2021, gugatan praperadilan itu diajukan istri tersangka teroris, atas nama Andi Zakiah Nurhafizah M selaku istri dari Muslimin J dan Syamsinar selaku istri Wahyudi.

Masing-masing gugatan dari istri tersangka teroris itu memiliki nomor perkara 7/Pid.Pra/2021/PN Mks dan 8/Pid.Pra/2021/PN Mks.

Baca juga: Tujuh Rumah Terbakar di Tolai Akibat Korsleting Listrik

Gugatan dari istri tersangka teroris itu diajukan pada Kamis 10 Juni 2021, karena istri dari terduga teroris menganggap proses penahanan suami mereka tidak sah.

Selain itu, sampai gugatan perkara itu didaftarkan, mereka tak pernah mendapatkan salinan surat penangkapan, penahanan dan penggeledahan.

Baca juga: Gugatan Hasil Pilkada MK, Total Terdaftar 75 Perkara

Dia menegaskan, salinan surat penggeledahan, penangkapan, dan penahanan itu wajib diberikan oleh kepolisian, karena merupakan amanat KUHP.

“Undang-undang mengharuskan, KUHP mengharuskan salinan surat penahanan-penggeledahan diberikan kepada pihak keluarga,” jelasnya.

Baca juga: 10 KK Korban Kebakaran di Parigi Moutong Butuh Bantuan

Ia menyebut, pihak istri tersangka teroris tinggal menunggu jadwal sidang perdana atas gugatan tersebut di pengadilan.

“Ini kan baru kemarin kita daftarkan, sekarang kita tunggu saja jadwal sidang gugatan ini keluar,” sebutnya.

Baca juga: Tujuh Gugatan Sengketa Pilkades Parigi Moutong Ditolak

Sebelumnya, Densus 88 Polri menetapkan 56 terduga teroris sebagai tersangka dalam kasus ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu 28 April 2021.

Polisi mengklaim para tersangka memiliki peran dalam membantu pasangan suami istri L dan YSF selaku bom bunuh diri. (***)

Baca juga: Hentikan Penyidikan Kasus Yahdi Basma, Longki Praperadilankan Polda Dan Kejati Sulteng

Baca juga: Terbakar Cemburu, Pria Aniaya Istri Sirih di Banggai, Sulawesi Tengah

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article