Istana Pulau Es Lanjutan Mutiara Hitam

Istana Pulau Es Lanjutan Mutiara Hitam
ilustrasi

Istana Pulau Es adalah lanjutan dari seri Mutiara Hitam, pada seri kali ini dimulai kisah penerus dari ilmu silat tingkat tinggi dari Istana Pulau Es yang telah hilang beberapa abad sebelumnya akibat disapu badai.

Berikut Sinopsisnya:

Kebiasaan lama (tradisi) yang dilanggar akan menimbulkan kutuk dan mala-petaka bagi si pelanggar, demikian pendapat kuno. Padahal hakekatnya, semua itu tergantung dari pada kepercayaan. Bagi yang percaya mungkin saja pelanggaran akan dihubungkan dengan sebab terjadinya suatu halangan. Sebaliknya bagi yang tidak percaya, juga tidak apa-apa dan andai kata terjadi suatu halangan, hal ini dianggap terpisah dan tidak ada hubungannya dengan pelanggaran tradisi.

Betapa pun juga, apa yang terjadi di Khitan, yang menimpa Kerajaan Khitan, oleh semua rakyatnya dianggap sebagai kutuk para dewata oleh karena dosa besar yang telah dilakukan oleh Sang Ratu mereka! Kerajaan Khitan mengalami kemerosotan hebat sekali. Kerajaan dilanda musim dingin yang hebat dan amat lama, hasil buruan amat kurang, hasil cocok tanam buruk, penyakit menular, wabah yang aneh-aneh menimpa rakyat Khitan. Semua ini diperburuk dengan bentrokan-bentrokan yang timbul di antara para bangsawan yang memperebutkan kedudukan, di antara rakyat sendiri yang keadaannya amat miskin, dan perselisihan dengan suku bangsa lain karena memperebutkan air dengan daerah subur!

Semua ini adalah kutukan dewa! Demikian anggapan kaum tua di Khitan. Terkutuk oleh dewa karena pelanggaran hebat yang dilakukan oleh Sang Ratu Yalina, yaitu ibunda Raja Talibu yang sekarang menjadi Raja Khitan. Di dalam cerita MUTIARA HITAM telah diceritakan betapa Ratu Yalina itu diam-diam menjadi isteri pendekar sakti Suling Emas, bahkan secara rahasia pula telah melahirkan dua orang bayi kembar, laki-laki dan perempuan.

Menurut kebiasaan lama bangsa itu, bayi kembar laki perempuan setelah dewasa harus dikawinkan, akan tetapi Ratu Yalina kembali melanggar, tidak menjodohkan kedua anaknya. Yang laki-laki, yaitu Raja Talibu sekarang ini, dijodohkan dengan Puteri Mimi puteri Panglima Khitan. Sedangkan anaknya yang perempuan, yaitu Kam Kwi Lan atau terkenal di dunia kang-ouw sebagai pendekar sakti Mutiara Hitam, menikah dengan Tang Hauw Lam murid Bu-tek Lo-jin. Kini suami isteri itu malah meninggalkan Khitan dan merantau entah ke mana.

Baca juga: Mutiara Hitam Seri Pendekar Pulau Es

Sumber: https://dunia-kangouw.blogspot.com

 

Iklan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here