Irigasi Bakal Ditutup Sementara, Petani Terancam Gagal Tanam

0
173
Irigasi Bakal Ditutup Sementara, Petani Terancam Gagal Tanam
Aliansi petani Desa Lemusa, Boyantongo dan Dolago adukan masalah irigasi ke DPRD Parimo (Foto: Ist)

Parimo, gemasulawesi.com Irigasi bakal ditutup sementara, sejumlah areal persawahan petani terancam gagal tanam.

Aliansi petani dari Desa Lemusa, Boyantongo dan Dolago Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulteng mengadukan kondisi yang dialami kepada DPRD Parimo, Jumat, 10 Agustus 2019.

Aliansi petani Desa Lemusa, Boyantongo dan Dolago adukan masalah irigasi ke DPRD Parimo


“Kami meminta DPRD Parimo memfasilitasi keluhan sejumlah petani. Petani akan terlambat mengolah sawah, karena disaat bersamaan jalur irigasi rencananya akan ditutup,” ungkap Ketua Aliansi Petani.

Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu ada kesepakatan, nanti pada bulan Oktober petani sudah harus segera mengolah sawah. Walaupun padi baru dipanen dan belum sempat dijemur, petani mesti mengolah lahan lagi karena mengejar pasokan air.

Alasan penutupan jalur irigasi kata dia, membuat resah petani. Petani dipaksa mengikuti jadwal pengairan sawah, karena bersamaan dengan pengerjaan proyek. Petani harus berbagi air dengan pekerja proyek.

“Kalau irigasi bakal ditutup sementara, stok beras bisa terganggu. Kepala Dinas PU Parimo masih mau makan beras atau tidak,” tegasnya.

Sementara itu Kadis PUPRP Parimo, Arifin Amat yang menghadiri pertemuan dengan Aliansi petani dan DPRD, mengatakan pihaknya bertanggungjawab terhadap kondisi yang terjadi.

“Saya berkomitmen akan melaksanakan sesuai kesepakatan diawal. Artinya kesepakatan yang tidak merugikan petani, kontraktor dan DPUPRP,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pihaknya terlambat menerima informasi yang terjadi di lapangan, sehingga terlambat mengambil mengantisipasi masalah. Namun, tetap akan berusaha menepati komitmen yang dibangun diawal.

Diakhir pertemuan Anleg DPRD Parimo, H. Suardi dan Sukirman Tahir yang memimpin pertemuan dengan aliansi petani, meminta DPUPRP segera turun ke lokasi mengecek langsung. Dan segera mengambil langkah yang tepat agar kedua pihak bisa diuntungkan bersama.

“DPUPRP yang mempunyai kewenangan pengaturan irigasi segera bertindak agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” tutup Sukirman Tahir.

Laporan: Muhammad Rafii

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here