Beranda PARIGI MOUTONG Irigasi Bakal Ditutup Sementara, Petani Terancam Gagal Tanam

Irigasi Bakal Ditutup Sementara, Petani Terancam Gagal Tanam

Parimo, gemasulawesi.com Irigasi bakal ditutup sementara, sejumlah areal persawahan petani terancam gagal tanam.

Aliansi petani dari Desa Lemusa, Boyantongo dan Dolago Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulteng mengadukan kondisi yang dialami kepada DPRD Parimo, Jumat, 10 Agustus 2019.

Aliansi petani Desa Lemusa, Boyantongo dan Dolago adukan masalah irigasi ke DPRD Parimo


“Kami meminta DPRD Parimo memfasilitasi keluhan sejumlah petani. Petani akan terlambat mengolah sawah, karena disaat bersamaan jalur irigasi rencananya akan ditutup,” ungkap Ketua Aliansi Petani.

Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu ada kesepakatan, nanti pada bulan Oktober petani sudah harus segera mengolah sawah. Walaupun padi baru dipanen dan belum sempat dijemur, petani mesti mengolah lahan lagi karena mengejar pasokan air.

Alasan penutupan jalur irigasi kata dia, membuat resah petani. Petani dipaksa mengikuti jadwal pengairan sawah, karena bersamaan dengan pengerjaan proyek. Petani harus berbagi air dengan pekerja proyek.

“Kalau irigasi bakal ditutup sementara, stok beras bisa terganggu. Kepala Dinas PU Parimo masih mau makan beras atau tidak,” tegasnya.

Sementara itu Kadis PUPRP Parimo, Arifin Amat yang menghadiri pertemuan dengan Aliansi petani dan DPRD, mengatakan pihaknya bertanggungjawab terhadap kondisi yang terjadi.

“Saya berkomitmen akan melaksanakan sesuai kesepakatan diawal. Artinya kesepakatan yang tidak merugikan petani, kontraktor dan DPUPRP,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pihaknya terlambat menerima informasi yang terjadi di lapangan, sehingga terlambat mengambil mengantisipasi masalah. Namun, tetap akan berusaha menepati komitmen yang dibangun diawal.

Diakhir pertemuan Anleg DPRD Parimo, H. Suardi dan Sukirman Tahir yang memimpin pertemuan dengan aliansi petani, meminta DPUPRP segera turun ke lokasi mengecek langsung. Dan segera mengambil langkah yang tepat agar kedua pihak bisa diuntungkan bersama.

“DPUPRP yang mempunyai kewenangan pengaturan irigasi segera bertindak agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” tutup Sukirman Tahir.

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Must Read

Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Mepanga Parigi Moutong

Parimo, gemasulawesi.com- Gempa guncang Parigi Moutong (Parimo) Provinsi Sulawesi Tengah dengan Magnitudo 3,4. Persisnya terletak di Kecamatan Mepanga. BMKG menyebutkan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami. BMKG...

Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes Poso, Berpotensi Seret Nama Lain

Palu, gemasulawesi.com- Dugaan Tindak Pidana Korupsi pengadaan Alat kesehatan (Alkes), di Kabupaten Poso Sulawesi tengah (Sulteng), berpotensi menyeret bebeberapa nama lain. Pasca Kejaksaan tinggi (Kajati)...

Upah Minimum Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2020 Naik 8,51 Persen

Parimo, gemasulawesi.com- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah memutuskan kenaikan Upah Minimum Provinsi Sulawesi tengah (Sulteng) Tahun 2020 naik menjadi 8,51 persen. Ketentuan Kemnaker terkait kenaikan Upah...

Ini Empat Formasi Penerimaan CPNS 2019 Dengan Kuota Terbanyak

Parimo, gemasulawesi.com- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) merilis formasi penerimaan serta pengumuman CPNS yang akan dilaksanakan minggu ke empat Oktober...

Seleksi CPNS 2019, Ini Persyaratan Yang Harus Dipenuhi

Parimo, gemasulawesi.com- Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS 2019 telah diumumkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Masyarakat di seluruh Indonesia terkhusus...