Intervensi Stunting, Parigi Moutong Kaji Akses Pangan

Kajian Pada Daerah Rawan Pangan

11
Intervensi Stunting, Parigi Moutong Kaji Akses Pangan
Illustrasi daerah rawan pangan

Parigi moutong, gemasulawesi.comDinas Ketahanan Pangan mengkaji akses pangan beberapa desa untuk intervensi stunting di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

“Kajian akses pangan merupakan salah satu upaya tindak lanjut atas terdeteksinya daerah-daerah tergolong rawan pangan berdasarkan Peta Rawan Pangan,” ungkap Kepala bidang (Kabid) Ketersediaan dan Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong, Srisusila, di ruang kerjanya, Selasa 17 Maret 2020.

Ia melanjutkan, Peta Kerawanan Pangan untuk menganalisa seluruh desa-desa di Parigi Moutong terkait keadaan pangannya.

Ada enam kategori daerah rawan pangan kata dia, terdiri dari prioritas satu hingga enam. Untuk prioritas satu terdapat lima desa yang masuk kategori paling tinggi. Salah satunya Desa Taipa Obal Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Moutong yang menjadi lokus analisis terkait kajian akses pangan.

Hingga saat ini pihaknya masih melaksanakan kajian di desa itu. Pihaknya, melatih beberapa petugas termasuk penyuluh, kader desa untuk memandu warga di desa itu.

“Panduannya berupa pemberian kartu akses pangan untuk memberikan informasi terkait menu makanannya setiap harinya,” jelasnya.

Durasi waktu penelitian untuk akses pangan itu kata dia, dijadwalkan selama satu minggu. Tim Dinas Ketahanan Pangan sudah lima hari menjalani analisis akses pangan.

Masih tersisa beberapa hari lagi, tim akan terus mengumpulkan kartu kuesionernya dari target keluarga per rumah tangga.

“Dari kartu kuesioner itu, akan dilakukan analisa mana saja keluarga yang akan ditindaklanjuti lebih jauh, mana saja yang minim akses pangannya,” terangnya.

Akses pangan itu lanjut dia, menyangkut makanan primer dan makanan pendukungnya. Untuk makanan primer pun beragam. Bukan hanya makan nasi saja, namun makanan yang beragam jenisnya. Jadi, ada diversifikasi pangan yang bisa diterapkan.

Output kegiatan adalah nanti setelah didapatkan berapa keluarga yang rendah akses pangannya, lalu akan dilakukan intervensi stunting. Jadi analisis akses pangan ini sifatnya sebagai alat untuk mengetahui jumlah keluarga untuk menjadi target intervensi stunting.

“Kegiatan analisa akses pangan ini, adalah alat yang sangat membantu kinerja intervensi stunting,” tegasnya.

Menurutnya, hasilnya akan lebih terperinci, karena analisa ini menggunakan kuesioner dibandingkan dengan pendataan pada umumnya.

Idealnya, seluruh wilayah dapat diterapkan pendekatan intervensi stunting menggunakan analisa ini. Namun, dengan adanya keterbatasan anggaran, sehingga ditempatkan pada desa terpencil di Kecamatan Tinombo.

“Apalagi, desa itu sulit untuk akses transportasi, jadi menjadi prioritas untuk intervensi pangan. Disamping sudah masuk dalam desa lokus stunting, juga masuk kategori desa rawan pangan,” tutupnya.

Baca juga: Ada Pasien RS Anuntaloko Parigi Moutong Diduga Terpapar Virus Corona?

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.