Insentif Belum Cair, Banyak Tenaga Kesehatan Undur Diri

Insentif Belum Cair, Banyak Tenaga Kesehatan Undur Diri
Foto: Tenaga kesehatan menangani pandemi covid-19.
Jangan Lupa Share

Berita nasional, gemasulawesiKetua Dokter Indonesia Bersatu, Eva Sri Diana Chaniago menyebut banyak Tenaga kesehatan undur diri dan memilih profesi lain di tengah pandemi covid-19.

“Ini bukan hal biasa. Jadi jumlahnya banyak, tidak seperti biasa,” ungkapnya di Jakarta, Senin 19 Juli 2021.

Tenaga kesehatan undur diri karena beban kerja tidak sebanding dan insentif dari pemerintah tidak kunjung cair.

Baca juga: Ribuan Guru Honorer Parigi Moutong Terancam Tidak Terima Insentif

Jadi, kebanyakan Tenaga kesehatan undur diri bukan PNS. Tidak punya ikatan dengan rumah sakit, misalnya relawan.

Insentif itu belum cair karena pemerintah belum membayar klaim tagihan dari rumah sakit. Pasalnya, klaim itulah nantinya digunakan untuk membayar gaji karyawan.

“Selama pandemi ini banyak klaim belum dibayar sama Kemenkes. Rumah sakit jadinya membayar ke karyawannya juga susah, kadang dicicil,” ujarnya.

Menanggapi banyaknya Tenaga kesehatan undur diri, Ketua PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr. Daeng Faqih mengatakan, selama ini pihaknya belum menemukan kondisi serupa.

Baca juga: Tidak Daftar Ulang, 167 Mahasiswa Unand Disebut Mengundurkan Diri

Laporan persoalan insentif ke pemerintah 

Namun jika memang ada kejadian itu, bersangkutan harus segera melaporkan persoalan insentif itu ke pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan.

“Makanya saya kira bersangkutan kalau bisa memberikan laporan lebih konkrit, bukan hanya ke IDI. Kalau memang ada seperti itu mohon segera dilaporkan kalau bisa memang data-data yang konkrit,” sebut Dr. Daeng Faqih.

Pelaporan itu gunanya agar pihaknya dapat segera menyelesaikan permasalahan itu dan mendapatkan solusi. Mengingat saat ini masih dalam kondisi darurat.

“Ada kasus begini silakan, supaya kita bisa mengambil langkah-langkah mencari solusi, ini kira-kira karena apa dan solusinya seperti apa. Saya kira perlu disampaikan terutama kepada pemerintah, kepada Kemenkes,” ujarnya.

Tenaga kesehatan undur diri dan beralih profesi, bisa saja dimungkinkan terjadi pada relawan di rumah sakit. Pihaknya akan mencari tahu lebih lanjut terkait kondisi itu di lapangan.

“Mungkin ini sekarang kan banyak relawan tambahan. Relawan itu bukan bekerja sesuai dengan sistem karyawan atau pegawai, mungkin ya mungkin yang disebut resign itu sudah selesai masa relawannya kemudian tidak dilanjut. Mungkin itu yang dianggap resign, saya kurang mengerti,” tutupnya. (***)

Baca juga: Rp900 Miliar Realisasi Insentif Nakes 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post