Ini Tiga Pejabat Poso Tersangka Kasus Korupsi Alat Kesehatan

Ini Tiga Pejabat Poso Tersangka Kasus Korupsi Alat Kesehatan
Tiga tersangka kasus korupsi Alkes Poso (Foto: Ist)

Palu, gemasulawesi.com Tiga pejabat pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) ditetapkan sebagai tersangka Kejaksaan tinggi (Kejati) Sulteng atas dugaan tindak pidana korupsi.

Tiga pejabat Poso tersangka korupsi adalah Noberial Marten Salmon selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas kesehatan (Dinkes) Poso, Suridah Selaku PPK Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Poso dan Amran A Majid, Staf teknis bidang perencanaan RSUD Poso.

Read More

“Tiga pejabat Poso itu diduga terlibat kuat dalam kasus korupsi pengadaan alkes di Kabupaten Poso tahun 2013,” ungkap Koordinator Tindak Pidana Khusus Kejati Sulteng, Hadiman, kepada awak media usai mendampingi para tersangka menuju mobil tahan Kejati Sulteng, Selasa,15 Oktober 2019.

Setelah tim penyidik merapungkan pemeriksaan atas dugaan kasus korupsi alkes lanjut dia, ketiganya diduga gunakan modus penggelembungan harga (mark up), serta tidak melakukan pemeriksaan harga barang sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) PPK.

Ia mengungkapkan, akibat tindakan ketiganya mengakibatkan kerugian negara sekitar 8 Miliar Rupiah dari total anggaran proyek sebesar 30 Miliar Rupiah.

“Setelah tim penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup, penyidik memutuskan untuk melakukan penahanan,” terangnya.

Baca juga: Nico Rantung Akui Terima Cek Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Dia menjelaskan, selaku PPK,Noberial Marthen Salmon dan Suridah tidak melakukan survei harga dan tidak mempertimbangkan harga diskon, sehingga harga dibuat dalam harga perkiraan sendiri (HPS) yang mengakibatkan indikasi penggelembungan harga (markup) sekitar 40 hingga 50 persen.

Dari perhitungan para Ahli kata dia, terjadi kerugian negara pada Dinas Kesehatan Poso sekitar Rp 3,2 miliar dan pada RSUD Poso sekitar Rp 4,8 miliar dari total pagu anggaran Rp 30 miliar. Sehingga Kejati Sulteng menetapkan tiga pejabat Poso tersangka korupsi.

“Ketiga tersangka dikenakan Pasal 2 ayat 1 dan subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,” tutupnya.

Baca juga: Konsultasi Publik Penyusunan RTRW Parimo, Ini Pokok Pembahasannya

Laporan: Ahmad Nur Hidayat

banner 728x90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.