Ini Target Penerimaan Zakat Sulawesi Barat Tahun 2019

waktu baca 2 menit
Ketua Baznas Sulbar, H Asraruddin (Foto: Aqil)

Mamuju, gemasulawesi.com Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) target penerimaan zakat Provinsi Sulawesi barat (Sulbar) sekitar 3,5 Miliar Rupiah.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Baznas Provinsi Sulbar, H. Asraruddin kepada gemasulawesi.com, di ruang kerjanya usai menyelenggarakan sosialisasi upezet pada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah provinsi (Pemprov) Sulbar dan instansi vertikal.

“Sosialisasi zakat bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan dan pengumpulan zakat infak sadaqah pada Baznas Provinsi Sulbar,” ungkapnya, Jumat, 25 Oktober 2019.

Total target penerimaan Sulawesi Barat sekitar 1,5 Miliar Rupiah. Pengumpulan zakat, infaq dan sadaqah rencananya diperoleh dari setoran 20 OPD lingkup Pemprov Sulbar.

Baca juga: Rekrutmen CPNS 2019, Mamuju Dapat Kuota Delapan Formasi Guru

Saat ini, Baznas Sulbar mendata per 30 september 2019 telah mengumpulkan dana ZIS, sekitar Rp 816 Juta.

“Masih sangat jauh perbandingannya dengan realisasi data Baznas Sulbar tahun 2018, sekitar Rp 1,5 Miliar,” tuturnya.

Ia melanjutkan, terdapat berbagai jenis zakat dalam Islam. Diantaranya, zakat fitrah, zakat profesi atau penghasilan, barang simpanan, barang dagangan, perniagaan, zakat perusahaan, zakat hasil tambang, pertanian, rikaz, hasil investasi dan zakat saham.

Menurutnya, zakat itu harta yang wajib dikeluarkan seorang muslim atau badan usaha untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam.

Baca juga: Gigit Jari, RSUD Anuntaloko Parigi Moutong Belum Bayar Gaji Perawat

“Syarat orang yang wajib berzakat seperti, muslim, merdeka, baligh, berakal, memiliki harta yang mencapai syarat tertentu (Nishab),” jelasnya.

Ia mengatakan, Baznas mengelola ZIS berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan Zakat, peraturan gubernur Provinsi Sulawesi Barat Nomor 19 Tahun 2014 tentang optimalisasi pengumpulan Zakat bagi PNS lingkup Pemprov Sulbar.

Zakat merupakan pranata keagamaan yang bertujuan untuk meningkatkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Zakat harus dikelola secara melembaga sesuai dengan syariat Islam.

Pengelolaan zakat adalah kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan pengoordinasian dalam pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat. Zakat sendiri artinya adalah harta yang wajib dikeluarkan seorang muslim atau badan usaha untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam.

Baca juga: Zonasi RTRW Parigi moutong, Jadi Syarat Pemberian Izin Pembangunan

Zakat berbeda dengan infak dan sedekah. Infak adalah harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum. Sedekah adalah harta atau nonharta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum.

“Kegiatan sosialisasi ZIS lingkup Pemprov Sulbar, bersumber dari dana APBN Kantor wilayah Kementrian agama Provinsi Sulbar tahun 2019,” tutupnya.

Baca juga: Target Sepuluh Persen Penurunan Stunting, Ini Peran OPD Parigi Moutong Pendamping (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.