Ini Pentingnya Cakupan Akte Kematian Parigi Moutong

27
Ini Pentingnya Cakupan Akte Kematian Parigi Moutong
Kabid Capil Disdukcapil Parigi Moutong, Ma'ruf.

Parigi moutong, gemasulawesi.comDisdukcapil Parigi Moutong (Parimo) mensosialisasikan pentingnya cakupan akte kematian.

“Cakupan akte kematian perlu peran bersama warga dan Pemerintah daerah atau Pemda Parigi Moutong,” ungkap Kabid Catatan sipil (Capil) Disdukcapil Parigi Moutong, Ma’ruf di ruang kerjanya, Selasa 3 Maret 2020.

Ia mengatakan, perlunya kesadaran seluruh pihak untuk melaporkan kematian anggota keluarga masing-masing.

Alasannya, data cakupan akta kematian akan mempengaruhi pola penganggaran, mulai dari anggaran pusat hingga daerah.

Contohnya, warga yang telah meninggal dan belum terakses Dukcapil Parigi Moutong, menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah untuk penganggarannya.

“Alasannya, warga yang telah meninggal itu belum hilang dalam data Dukcapil. Sementara data itu dipakai BPJS dan sistem lainnya,” jelasnya.

Sehingga, diharapkan bantuan Pemdes, Pemerintah Kelurahan dan Kecamatan proaktif memberi pengarahan. Sehingga, warga mampu untuk melaporkan data kematian secara mandiri.

Ada kecendrungan dari warga kata dia, terkait data anggota keluarga yang sudah meninggal dunia, namun data BPJSnya masih digunakan.

Sementara, kadang pihak Rumah Sakit tidak mengetahui kalau kartu pemilik BPJS sudah meninggal dunia karena tidak dilaporkan. Tentunya, anggaran itu seharusnya dihentikan dan dialihkan ke warga miskin lain yang membutuhkan.

“Belum lama ini, kami berkomunikasi dengan salah satu Rumah Sakit di Parigi Moutong. Manajemen rumah sakit mengaku kesusahan langsung menarik kartu kepesertaan BPJS bagi yang sudah diketahui meninggal dunia. Alasannya, pihak keluarga belum siap untuk mengurus karena sementara proses berduka,” tuturnya.

Ia melanjutkan, saat ini pihaknya berkoordinasi dengan instansi tertentu seperti Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan agar data peserta jaminan kesehatan segera terdata dan dilaporkan ke Disdukcapil.

Selain itu, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi langsung ke warga melalui berbagai acara atau hajatan warga. Tujuannya, agar cakupan data akte kematian dapat terlaksana dengan baik.

Begitu pula dengan kegiatan di desa seperti Musrenbang yang bisa dijadikan sarana sosialisasi.

“Namun, sayangnya belum ada sistem online di desa yang selalu bisa mengupdate data cakupan warga yang telah meninggal dunia,” tutupnya.

Baca juga: Parigi Moutong Dapat Bantuan Program Kawasan Budidaya Hortikultura

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.