Ini Inovasi DLH Parigi Moutong Terkait Pengelolaan Sampah

104
Ini Inovasi DLH Parigi Moutong Raih Target 100 Persen Kelola Sampah
Kabid Pembinaan dan Penataan PPLH Dinas Lingkungan Hidup Parigi Moutong, I Wayan Budiantara

Parigi moutong, gemasulawesi.com Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) keluarkan inovasi untuk meraih target 100 persen kelola sampah secara baik.

“Target itu dalam rangka mewujudkan Parigi Moutong sebagai Kota Hijau pada tahun 2025,” ungkap Kepala bidang (Kabid) Pembinaan dan Penataan PPLH DLH Parigi Moutong, I Wayan Budiantara, di ruang kerjanya, Senin 9 Maret 2020.

Ia melanjutkan, kegiatan inovasi DLH Parigi Moutong di Bidang Lingkungan Hidup, dalam rangka perubahan paradigma dan perilaku warga.

Kegiatannya, berfokus pada pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.

Pengelolaan yang diukur melalui pengurangan sampah sebesar 30 persen, dan penanganan sampah sebesar 70 persen. Tujuannya,  untuk mewujudkan kota yang berkelanjutan baik secara ekologis, sosial, dan ekonomi.

“Jargon yang diusung adalah KUKUSA (Kukita Kutima Sampah) atau dalam Bahasa Kaili yang berarti Kulihat Kupungut Sampah,” jelasnya.

Program Inovasi KUKUSA mencakup beberapa kegiatan antara lain, gerakan KUKUSA (Kukita Kutima Sampah). Gerakan itu merupakan kampanye positif perubahan prilaku masyarakat suapaya sadar akan sampah.

Arti dari KUKUSA dalam Bahasa lokal kaili adalah “Kulihat Kupungut Sampah” merupakan suatu gerakan peduli sampah dan follow up dari gerakan 3R (reduce reuse recycle) sebagai kampanya sadar sampah.

Berikutnya adalah Gerakan Hemat Energi. Kegiatan ini merupakan kegiatan kampanye positif yang digalakkan Pemerintah Daerah Parigi Motong. Pemda anjurkan mematikan lampu dan peralatan kantor jika sudah tidak digunakan.

“Dengan gerakan itu dapat menghemat pengeluaran daerah sampai milyaran rupiah dan lebih ramah lingkungan,” tuturnya.

Selanjutnya, pemeliharaan Hutan Kota dan Median Jalan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penanganan dan pemeliharaan wilayah wilayah median jalan sekitar kota.

Utamanya, yang berbatasan langsung dengan wilayah wilayah pemukiman yang semakin hari semakin berat tingkat kerusakannya. Hal ini juga diperkuat dengan Surat Edaran Bupati Parigi Moutong yang melarang penebangan pohon utnuk menjaga tutupan lahan dan menjaga kualitas lingkungan.

Berikutnya, gerakan 0,5 Kg Sampah untuk ASN. Kegiatan kampanye positif pengurangan sampah bagi kalangan ASN dengan keharusan bagi setiap ASN untuk memiliki rekening bank sampah dan berkontribusi untuk menyetorkan 0,5 Kg sampah perbulan melalui rekening bank sampah.

“Dengan demikian kampanye ini dapat meningkatkan minat masyarakat untuk lebih sadar sampah dan berkontribusi dalam pengurangan sampah,” harapnya.

Kemudian, Gerakan Kampanye Perlindungan Mangrove. Kegiatan kampanye positif perlindungan kawasan mangrove sebagai daerah penyangga dari abrasi pantai dan ancaman bencana Tsunami.

Kampanye ini juga diperkuat dengan Surat Edaran Bupati Parigi Moutong tentang pelarangan penebangan mangrove di pesisir pantai.

Selain itu, Pembuatan Kompos. Pembangunan rumah kompos di setiap organisasi perangkat daerah. Pembuatan TPS 3 R. Pembangunan TPS 3 R di setiap Kelurahan.

“Pembentukan Bank Sampah di dinas lingkungan hidup. Pembuatan Tong Sampah Terpilah. Pembuatan tong sampah 5 warna d setiap OPD dan tempat-tempat umum lainnya,” tutupnya.

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.