Inggris Buat Aturan Perdagangan Baru dengan Indonesia

Inggris Buat Aturan Perdagangan Baru dengan Indonesia DCTS
Foto: Illustrasi perdagangan Inggris Indonesia.
Jangan Lupa Share

Berita nasional, gemasulawesi– Inggris meluncurkan aturan perdagangan baru untuk negara lain termasuk Indonesia di dalamnya. Itu untuk mengangkat jutaan orang di seluruh dunia keluar dari kemiskinan.

“Sekarang Inggris adalah negara perdagangan independen, kami memiliki peluang besar untuk melakukan berbagai hal secara berbeda, mengambil pendekatan lebih liberal dan pro-perdagangan, mengarah pada pertumbuhan dan peluang,” ungkap Menteri Perdagangan Internasional Liz Truss, dalam keterangan tertulisnya, Kamis 22 Juli 2021.

Aturan perdagangan baru itu, tercantum dalam Skema Perdagangan Negara Berkembang Inggris (DCTS).

Baca juga: Pemda Diminta Lakukan Pendataan Masyarakat Terdampak PPKM

Dan aturan itu akan berlaku bagi 70 negara telah memenuhi ketentuan seperti tarif lebih rendah. Serta persyaratan aturan lebih sederhana untuk negara-negara yang mengekspor ke Inggris.

Negara-negara itu memungkinkan untuk mendiversifikasi ekspor mereka dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Sebagai negara perdagangan independen, saat ini Inggris dapat mengambil pendekatan lebih sederhana dan berbisnis dengan negara-negara berkembang. Sehingga membuat Aturan perdagangan baru.

Kedepan, skema baru ini akan memberikan peluang dengan birokrasi yang lebih sedikit bagi negara berkembang. Misalnya, dengan menyederhanakan persyaratan aturan asal barang atau mengurangi tarif impor.

Contoh kasus, penurunan tarif untuk berbagai produk seperti beras dari Pakistan dan sepatu olahraga dari Nigeria.

Baca juga: Pemprov Salur 11 Ton Beras Cadangan Pangan untuk Parigi Moutong

Keinginan Inggris promosi perdagangan bebas

Secara terpisah Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Rob Fenn mengatakan, skema DCTS ini menandakan keinginan Inggris untuk mempromosikan perdagangan bebas dan adil secara global, serta menunjukkan komitmennya kepada Indonesia.

Perdagangan bilateral antara Inggris dan Indonesia mencapai £3 miliar atau setara dengan Rp 59 triliun, dan investasi ke Indonesia adalah £7,1 miliar, setara Rp139 triliun pada tahun 2019.

“Menjadikan kami investor Eropa terbesar kedua di Indonesia, dan hal ini telah menciptakan 1 juta lapangan kerja di Indonesia. Fakta itu menunjukkan ada kesempatan untuk pertumbuhan,” ujarnya.

Indonesia adalah mitra dagang terbesar ke-52 Inggris, setidaknya menempati ranking 30 lebih rendah dari seharusnya bisa dicapai. (***)

Baca juga: Rendah, Serapan Dana Penanganan Covid 19 di Sulawesi Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post