2Banner GIF 2021

Industri Jasa Logistik Tunjang Pemulihan Ekonomi Kuartal Ketiga

Industri Jasa Logistik Tunjang Pemulihan Ekonomi Kuartal Ketiga
Foto: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Industri Jasa Logistik Tunjang Pemulihan Ekonomi Kuartal Ketiga.

GemasulawesiKementerian Perhubungan menilai Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terus membaik dan menunjukkan tren positif hingga kuartal ketiga 2021. Hal itu, ditunjang dari meningkatnya industri jasa logistik berkaitan dengan transaksi bisnis. 

“Meskipun masa pandemi ini berdampak pada semua sektor, namun tidak pada industri jasa logistik berkaitan dengan transaksi bisnis,” ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi  dalam pernyataan tertulisnya, Kamis 28 Oktober 2021. 

Menurut dia, distribusi komoditas justru mengalami peningkatan di masa pandemi hingga 70 persen, dengan posisi angkutan barang sebanyak 35,8 juta. Budi mengklaim, perbaikan kinerja logistik nasional pemerintah telah membuahkan hasil.

Baca juga: Anggaran PPPK Parigi Moutong Sedot Rp87 Miliar

Indeks kinerja logistik Indonesia kata dia, meningkat dari peringkat 63 pada tahun 2016 menjadi peringkat 46 pada tahun 2018, dengan indeks LPI mencapai 3,15, atau menjadi tertinggi selama 10 tahun terakhir. 

“Namun capaian ini masih harus terus ditingkatkan dengan memanfaatkan peluang-peluang baru, percepatan dan pemerataan konektivitas infrastruktur transportasi, serta peningkatan kualitas SDM transportasi, yang dapat mendorong upaya alih teknologi dan lahirnya ekonomi kreatif, serta perbaikan dan penataan ekosistem. Untuk mewujudkan ini, tentunya membutuhkan sinergi bersama,” jelas Budi.

Dia mengatakan, dengan mencermati kondisi global saat ini, investasi sektor jasa logistik dan industri di Asia Pasifik berpeluang besar untuk terus berkembang.

Untuk itu, dia pun mengajak para pelaku logistik dan forwarder untuk menangkap peluang baru guna mendorong pertumbuhan logistik nasional di tengah pandemi covid19.

“Terlebih lagi dengan adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Kondisi ini menjadi momentum yang dapat dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke wilayah Asia Pasifik,” kata Budi

Dia menuturkan, salah satu peluang baru yang mengemuka adalah distribusi produk kesehatan. Selain menjadi kebutuhan, Budi mengatakan, produk kesehatan juga menjadi pemicu dalam kegiatan ekonomi. 

Sebelumnya, bisnis logistik dan jasa pengiriman atau kurir menjadi sektor meraih lonjakan pertumbuhan saat pandemi covid19.

Ketua DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, hal itu dipicu peningkatan aktivitas digital masyarakat saat pandemi, termasuk di dalamnya belanja online atau daring.

Dia merinci, kegiatan logistik saat pandemi masih dapat bertahan, bahkan mengalami pertumbuhan positif adalah layanan logistik e-commerce dan layanan pengiriman barang (courier service). (***)

Baca juga: Disdikbud Evalusi Penyaluran Tunjangan Guru di Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post