Selasa, Mei 18, 2021
BerandaPARIGI MOUTONGImbas Pandemi Corona, Parigi Moutong Rubah Metode Intervensi Stunting

Imbas Pandemi Corona, Parigi Moutong Rubah Metode Intervensi Stunting

- Advertisement -spot_img

Berita parigi moutong, gemasulawesi.comDinas Kesehatan Parigi Moutong (Parimo) rubah metode intervensi spesifik stunting, imbas dari pandemi virus corona.

“Walaupun Dinas Kesehatan Parigi Moutong rubah metode intervensi spesifik stunting, semua tetap berjalan normal. Bersama Bappelitbangda kami melakukan teleconference, cegah penyebaran virus corona,” ungkap Kabid Promkes Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Asmarafia, di ruang kerjanya, Jumat 17 April 2020.

Namun kata dia, kalau menyangkut data tetap mengirim via email atau WA. Kalau ada yang mendesak bisa lakukan pertemuan dengan memperhatikan physical distancing virus corona.

Khusus untuk stunting, tahun lalu sudah dilaksanakan aksi satu sampai empat untuk penentuan lokus 2020.

Sementara untuk tahun 2020, masih sementara proses analisisi situasi untuk penetapan lokus 2021. Jadi pihaknya lakukan kembali analisis pertama.

“Kemudian kembali membuat perencanaan kegiatan setelah analisis baru lanjut aksi kedua,” jelasnya.

Ia melanjutkan, adapun untuk intervensi spesifik juga tetap berjalan. Menghindari wabah virus corona, ada beberapa metode yang dirubah contohnya pemeriksaan ibu hamil, penimbangan Balita. Awalnya mengumpulkan orang di Posyandu, karena adanya kebijakan pemerintah terkait sosial distancing sehingga tidak lagi mengumpulkan orang.

Seperti imunasasi dasar lengkap itu tetap dilaksanakan, yaitu masuk dalam pencegahan stunting yang spesifik. Tapi, tidak dikumpulkan dalam satu tempat untuk mencegah penyebaran virus corona.

Namun, tenaga Puskesmas yang melakukan kunjungan rumah (door to door). Dengan tetap menjaga SOP yang berlaku di Sulawesi Tengah ditengah pandemi virus corona lengkap dengan APD dan masker.

Baca juga: Update Terkini, 24 Orang Positif Corona Sulawesi Tengah (Sulteng)

“Kalaupun tidak memungkinkan dikunjungi rumahnya, maka warga boleh datang ke tempat layanan kesehatan, tetapi membuat janji temu dengan petugas Kesehatan di Puskesmas imbas dari virus corona ini. Tujuannya, agar warga tidak berkumpul dalam jumlah banyak di Puskesmas,” terangnya.

Khusus untuk ibu hamil kata dia, tetap dilakukan pemeriksaan. Nomor telpon bidan desa juga telah disebar ke seluruh warga. Agar memudahkan komunikasi dan tetap menjaga physical distancing selama wabah virus corona.

Ibu Hamil dihimbau untuk mempelajari KIA, jika terjadi tanda-tanda bahaya persalinan maka harus segera menghubungi tenaga kesehatan.

Ia melanjutkan, karena ada kantong persalinan, sehingga Puskesmas dapat mengetahui lokasi dimana terdapat ibu hamil.

Kalaupun mau ke Poskesdes atau Puskesmas, mesti menelpon dulu agar tenaga kesehatan dapat segera memakai APD sebagai tindakan antisipatif virus corona. Pasalnya, ibu hamil sangat rentan terpapar virus itu.

“Hingga saat ini, pihaknya merubah metode edukasi terkait virus corona kepada warga. Jadi tidak melalui leaflet lagi, tapi melalui mobile ambulans ataupun melalui media elektronik dan cetak serta membuat baliho himbauan,” tutupnya.

Baca juga: Hasil Rapid Tes 183 Warga Kota Palu Sulteng 7 Orang Terkonfirmasi Reaktif

Laporan: Muhammad Rafii

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.