IDAI: Ada Dugaan Tambahan Anak Menderita Hepatitis Akut Misterius

waktu baca 2 menit

Nasional, gemasulawesi – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan ada dugaan tambahan anak yang menderita hepatitis akut misterius di Jakarta dan daerah lainnya.

Ikatan Dokter Anak Indonesia Dokter Anak, prof. Hanifah Oswari mengatakan, laporan tersebut saat ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah dugaan kasus hepatitis akut itu benar adanya atau tidak.

“Saya kira saat ini ada laporan dari Jakarta ada penambahan kasus, di luar kota ada laporan suspek tambahan. Sekarang masih sedang dalam penyelidikan untuk melihat apakah itu termasuk dalam kriteria hepatitis akut atau tidak,” ucap Hanifah di konferensi pers.

Baca: Tim Percepatan Ibu Kota Negara (IKN), Resmi Di bentuk

Perkembangan kasus hepatitis akut di Indonesia pada Kamis, 5 Mei. 2022 Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengatakan sedang menyelidiki kasus tiga anak Indonesia yang meninggal yang diduga menderita hepatitis akut misterius.

Hanifa juga mengatakan, kami menerima [laporan] 3 kasus di RSCM, mereka tiba dalam kondisi sangat serius dan tidak dapat diselamatkan. Kementerian Kesehatan turun langsung untuk melakukan penyelidikan epidemiologis. Nantinya Kementerian Kesehatan akan memberikan hasilnya.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menambahkan, tiga kasus pertama terduga hepatitis akut misterius di Indonesia telah mencapai stadium lanjut. “Rumah sakit hanya punya sedikit waktu untuk melakukan intervensi. Tiga kasus berusia 2 tahun, belum divaksinasi, kemudian 8 tahun hanya divaksinasi sekali dan 11 tahun telah divaksinasi. Semua negatif Covid19”, urai Nadia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) dalam kasus hepatitis akut misterius yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika dan Asia. Sejauh ini, penyebab hepatitis misterius yang muncul sejak 15 April itu belum diketahui.

Baca: Amis Ando Tewas Setelah Ditangkap Polisi di Sultra

Dari informasi yang di dapatkan, tiga pasien anak yang dirawat di Rumah Sakit Umum Undata Dr Cipto Mangunkusumo jakarta dengan dugaan hepatitis akut misterius meninggal tanpa diketahui penyebab pasti dalam dua minggu terakhir hingga Sabtu. 

Ketiga pasien tersebut berasal dari rumah sakit di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Gejala yang dijumpai pada pasien tersebut adalah mual, muntah, diare berat, demam, sakit kuning, kejang dan penurunan kesadaran.Secara terpisah, Nursaidah Sirajuddin, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Sulawesi Selatan,  mengaku belum menemukan kasus  hepatitis misterius dan meluas di wilayahnya. 

“Belum, saya harap tidak,” katanya,

Namun, pihaknya mengambil langkah terlebih dahulu. “Kita tentu sudah menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar penyebarannya bisa cepat dicegat,” ujarnya.

Nursaidah juga mengatakan, kalau puskesmas sekarang sudah melakukan tindakan pencegahan. Lagi pula, saya tidak tahu dari mana hepatitis misterius itu berasal tutupnya. (*)

Baca: Rekomendasi Tempat Makan di palu Untuk Wisatawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.