Kemenag Parimo: Manasik Kunci Sempurnanya Ibadah Haji

Kemenag Parimo: Manasik Kunci Sempurnanya Ibadah Haji
Foto: Pelaksanaan Ibadah Haji di Arab Saudi.
Jangan Lupa Share

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Kemenag Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyebut manasik merupakan kunci sempurnanya ibadah haji.

“Calon Jemaah Haji (CJH) harus mengikuti kegiatan manasik haji,” ungkap Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, H Mappeasse, saat kegiatan Bimbingan Manasik Haji Mandiri Parimo tahun 1442 H/2021, di aula Kemenag, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, melalui manasik haji akan dijelaskan tentang proses pemberangkatan, pelaksanaan ibadah, kondisi keadaan jamaah haji selama berada di Arab Saudi.

Manasik Haji kata dia, merupakan program pemerintah sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat yang ada di Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah pada Bidang Haji dan Umrah.

Baca juga: 226 Anak Sekolah Raudhatul Athfal Mamuju Ikuti Praktek Manasik Haji

“Sebagai perpanjangan tangan pemerintah, kami memilki tugas untuk melaksanakan manasik,” tuturnya.

Ia berpesan, agar CJH Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, selalu menjaga kesehatan fisik maupun mental. Khususnya, saat ini di masa pandemi covid 19. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menjalankan gerakan 5M.

Yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi.

“Kegiatan manasik dihadiri empat puluh orang CJH Parimo,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggara Haji Dan Umrah Kanwil Kemenag Sulteng Lutfi Yunus menjelaskan, saat ini belum ada penandatanganan surat antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Arab Saudi terkait pelaksanaan ibadah haji.

Itu semua karena faktor wabah covid 19 yang masih terus melanda di berbagai belahan dunia.

“Pemerintah terus berupaya, agar jamaah haji Indonesia aman dari wabah covid dan bisa untuk berangkat menunaikan ibadah haji,” sebutnya.

Diketahui, Kementerian Agama RI kini tengah menyiapkan tiga skema penyelenggaraan ibadah haji 1442H/ 2021M. Ini mengingat kondisi pandemi covid 19 belum jelas kapan akan berakhirnya.

Kemenag mengatakan tiga skema itu disiapkan sebagai langkah mitigasi dari penyelenggaraan ibadah haji 1442H/ 2021M.

Tiga skema itu antara lain pelaksanaan haji dengan menerapkan kuota normal, pembatasan kuota, dan pembatalan keberangkatan.

Pemerintah akan memitigasi dampak yang akan ditimbulkan dari skema itu. Dampak itu terutama terkait layanan akomodasi, transportasi, konsumsi, dan juga kesehatan.

Kemenag dan CJH di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, masih menunggu informasi dari pemerintah Arab Saudi untuk pelaksanaan haji.

Baca juga: 61 CJH Parigi Moutong Mengikuti Pembinaan dan Kebugaran Jasmani

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post