Huntap Parimo Terkesan Pakai Data Prematur

1
232
Aksi Ngabuburit Ngamen Donasi Bencana Sulteng
Illustrasi Huntap

Parimo, gemasulawesi.com- Huntap bagi warga calon penerima bantuan dana stimulan di Kabupaten Parimo, terkesan menggunakan data prematur.

Penelusuran gemasulawesi.com, di Desa Singura Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parimo beberapa waktu lalu, terdapat dua rumah kepala keluarga yang rusak total.

Sementara, rumah tempat tinggalnya adalah hasil bangun warga secara gotong royong menggunakan bahan sisa material rumah sebelumnya.

Hingga masa pemulihan, warga setempat mengaku tidak pernah mendapat bantuan dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parimo.

“Mungkin lupa, kalau di Parimo ada Kecamatan Toribulu, yang juga wilayah terdampak parah, bencana gempa lalu,” ungkap Abdul via telepon seluler, Jumat, 24 Mei 2019.

Seperti dilansir dari media ini sebelumnya, Kecamatan Toribulu tidak tercover sebagai salah satu wilayah yang warganya bakal menerima bantuan tersebut.

Baca juga: BPBD Parimo Pastikan Realisasi Huntap di Bulan Depan

BPBD Masih Terima Laporan Warga Korban Bencana

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi, BPBD Parimo, Tri Nugraha, menjelaskan, alur singkat data kerusakan dan korban jiwa yang dihimpun BPBD, pasca bencana terjadi.

Data tersebut kata dia, dihimpun dari Pemerintah Kecamatan yang menyerahkan laporan assesment awal kepada pihaknya.

Kemudian, verifikasi dan validasi tim teknis dari Pemda melibatkan BPBD, Dinas PU, dan Dinas Perumahan Parimo.

“Pasca bencana, informasi awal tercepat dan akurat itu, ada pada pemerintah kecamatan, yang pastinya mendapat data melalui pemerintah di masing-masing desa,” terangnya.

Peran mereka lanjut dia, sangat mendukung percepatan laporan kondisi wilayah terdampak yang diminta BNPB, sebelum mengucurkan bantuan.

“Bisa saja data pemerintah kecamatan tersebut menyusul, sementara kami sudah kirim data ke BNPB, karena memang harus cepat proses pengirimannnya,” jelasnya.

Dia menuturkan, BPBD Parimo masih tetap menerima laporan warga yang merasa layak mendapat bantuan Huntap, namun belum tercover.

Laporan tersebut juga, bisa melalui Pemdes maupun kecamatan dengan melampirkan identitas kependudukan warga korban bencana dan bukti kepemilikan rumah.

“Silahkan datang melapor kesini, bisa langsung ke bidang saya, kami proses berdasarkan tahapan seperti kemarin, sebelum kami ajukan kembali ke BNPB, tapi Inshaalah bantuan itu tetap ada, soal anggaran kita serahkan ke mereka untuk fundingnya,” tuturnya.

Laporan: Daniel

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan