Himbauan Shalat Gerhana Matahari 26 Desember 2019

Berikut tuntunan Shalat Gerhana Matahari atau Kusuf

188
Illustrasi Shalat Gerhana Matahari atau Kusuf
Illustrasi Shalat Gerhana Matahari atau Kusuf

Parigi moutong, gemasulawesi.com Kementerian Agama Republik Indonesia mengimbau seluruh umat Islam di berbagai wilayah melakukan shalat gerhana matahari atau kusuf.

“Umat Islam dihimbau untuk melaksanakan shalat sunnah gerhana matahari atau yang disebut shalat kusuf secara berjamaah,” bunyi rilis resmi Kemenag yang ditandatangani Plh. Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, Tarmizi.

Imbauan shalat gerhana matahari ini dikeluarkan menyusul akan terjadinya fenomena gerhana matahari cincin yang dapat disaksikan di Indonesia, Kamis, 26 Desember 2019.

Informasi mengenai gerhana matahari cincin telah diinformasikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Imbauan ini juga tertuang dalam siaran pers yang disampaikan Kementerian Agama Republik Indonesia.

“Seluruh kawasan Indonesia dapat mengamati gerhana matahari,” terang surat rilis Kemenag.

Pelaksanaan shalat kusuf menyesuaikan dengan waktu gerhana terjadi di wilayah masing-masing.

Awal gerhana diperkirakan terjadi pada pukul 10.34 WIB, puncak gerhana pada pukul 12.17 WIB, dan akhir gerhana pada pukul 14.00 WIB. Kementerian Agama juga menjelaskan tata cara shalat gerhana matahari.

Dianjurkan sebelum melaksanakan shalat kusuf atau gerhana, untuk bertakbir terlebih dahulu, memperbanyak dzikir, istighfar, sedekah dan amal-amal kebajikan lainnya.

Sementara itu dikutip dari Gopos.id, sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW Shalat Kusuf atau Shalat Gerhana Matahari dilakukan dua rakaat. Rangkaiannya sebagai berikut:

1) Berniat shalat gerhana;

2) Takbiratul ihram seperti shalat biasa;

3) Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al-Fatihah dan membaca surat yang panjang dengan di-jahr-kan (perdengarkan) suaranya.

4) Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya;

5) Bangkit dari ruku’ (i’tidal);

6) Setelah I’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat yang panjang (berdiri yang kedua lebih singkat dari pertama).

7) Ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya;

8) Bangkit dari ruku’ (i’tidal);

9)  Sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali;

10) Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama (bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya);

11) Tasyahud; dan

12) Salam.

Kemenag juga menghimbau setelah selesai shalat gerhana, berdoa untuk keselamatan bangsa dan negara.(***)

Baca juga: Dugaan Korupsi Dana Desa Sidoan Barat Parigi Moutong, Warga Desak Kepastian Penegakan Hukum

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.