Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Hasil Swab Pasien Covid19 di Parigi Moutong Bukan Rekayasa

Hasil Swab Pasien Covid19 di Parigi Moutong Bukan Rekayasa
Foto: Jubir Satgas Covid19, Irwan, SKM.

Gemasulawesi- Juru bicara Tim Satgas penanganan Covid19 Parimo, Sulawesi Tengah, Irwan menegaskan, hasil Swab pasien covid19 di sejumlah fasilitas kesehatan, bukan hasil rekayasa.

“Saya tegaskan hal itu tidak benar. Sebab dengan melakukan tindakan itu apa untungnya bagi tenaga medis atau pemerintah daerah,” ungkap Irwan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 30 Juli 2021.

Hal itu diungkapkan Irwan, menyusul banyaknya anggapan dari sejumlah pihak, menyebutkan hasil Swab pasien covid19, direkayasa alias di Covid-kan.

Baca juga: Bapenda Parimo Jajaki Kerjasama Ekspor Sarang Burung Walet

Rata-rata masyarakat melakukan testimoni tentang Covid19, menyatakan sangat menderita apabila terpapar. Sehingga, virus corona itu benar adanya, dan tidak semestinya diabaikan.

Adanya pandemi kata dia, mengakibatkan kelumpuhan di segala sektor. Parahnya lagi, kesulitan dialami tenaga medis adalah menggunakan alat pelindung diri (APD) membuat mereka kurang nyaman. Ditambah lagi, mereka menggeluti pekerjaan itu tidak seimbang dengan intensif diterima.

Kemudian, profesi mereka juga dapat dijalankan diluar rumah sakit, terpaksa mereka tinggalkan dan memilih menangani pasien covid19.  

“Akibatnya aktifitas mereka terbatas, untuk berhubungan dengan sanak keluarga, atau pasien mereka diluar,” jelasnya.

Pemerintah sesungguhnya menginginkan Parimo dapat terbebas dari covid19. Sebab, situasi pandemi berkepanjangan, membuat banyak kalangan menderita.

Bahkan, dilingkup pemerintahan, karena banyak program-program seharusnya dilaksanakan untuk pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat, terpaksa harus ditunda.

“Sebenarnya dana untuk penanganan virus ini tidak ada. Tetapi, ada anggaran daerah dialihkan, karena sangat seriusnya kami terhadap pandemi saat ini,” pungkasnya.

Baca juga: Pansus Sarankan Sewa Tenda Darurat Tampung Pasien Covid19

Pemerintah harap masyarakat dapat berkerjasama tangani covid19

Dia berharap, masyarakat dapat bekerjasama pemerintah daerah, untuk membantu melakukan pencegahan penyebaran covid 19, dengan tetap taat pada protokol kesehatan.

Sebab, penyebaran virus ini sulit untuk diprediksi, dan setiap saat jumlah kasus akan terus bertambah.

Diketahui, jumlah pasien terkonfirmasi positif sejak tahun 2020, sebanyak 1.683  kasus,  dengan jumlah meninggal dunia 40 orang.

Dua minggu belakangan ini, jumlah kasus terus terlihat melonjak, dari 40 kasus minggu kemarin, terus bertambah menjadi 75 kasus.

Baca juga: Gubernur Tekankan Penanganan Pandemi Covid19 Mulai dari Desa

Laporan: Novita Ramadhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post