Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Hasil Kajian Vaksin Covid19 Penentu Jamaah Indonesia Berangkat Umrah

Hasil Kajian Vaksin Covid19 Penentu Jamaah Indonesia Berangkat Umrah
Foto: Illustrasi jemaah umrah asal indonesia.

Gemasulawesi- Hasil kajian vaksin covid19 untuk penggunaan merk Sinovac dan Sinopharm dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi, akan menjadi penentu jamaah Indonesia berangkat umrah.

“Kajian itu nantinya akan menghasilkan keputusan, apakah calon jemaah umrah dari negara lain, termasuk Indonesia yang sudah memperoleh 2 dosis vaksin sekarang, sudah bisa masuk ke Saudi untuk umrah atau tidak,” terang Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali, dalam keterangan resminya, Kamis 12 Agustus 2021.

Dia menyebut, Kementerian Haji dan Umrah Saudi masih terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi terkait hasil kajian vaksin covid19 sebagai penentu jamaah Indonesia berangkat umrah.

Baca juga: Kemenag Harap Jamaah Umrah Indonesia dapat Kesempatan Ibadah

“Atau masih perlu diberikan satu dosis lagi yakni booster, dari 4 vaksin yang digunakan Saudi, atau bagaimana,” sebutnya.

Informasi hasil kajian vaksin covid19 sebagai penentu jamaah Indonesia berangkat umrah, didapatkan usai menggelar pertemuan dengan Deputi Urusan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi Dr. Abdulaziz Wazzan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada 11 Agustus 2021 kemarin.

“Untuk vaksin Sinovac dan Sinopharm digunakan sejumlah negara, Kementerian Kesehatan Arab Saudi masih melakukan kajian. Dalam waktu dekat, akan dirilis hasilnya secara resmi,” ujarnya.

Diketahui, Arab Saudi sudah menyetujui penggunaan vaksin virus corona buatan Pfizer, AstraZeneca, Moderna dan Johnson&Johnson.

Pemerintah Arab Saudi memprioritaskan keselamatan jamaah

Selain itu, dia menegaskan Pemerintah Arab Saudi lebih memprioritaskan keselamatan dan kesehatan jemaah umrah di masa pandemi. Bukan sekadar untuk kepentingan ekonomi dan bisnis semata.

Baca juga: 112 Calon Jemaah Haji Parimo Suntik Vaksin Covid 19

Dia mengaku, mafhum bila otoritas Saudi menggelar ibadah umrah dengan protokol kesehatan yang ketat. Semisal, dengan membatasi transportasi dalam kota hanya diisi 50 persen dari total kapasitas dan akomodasi hotel dibatasi dua orang per kamar.

“Sementara Sinovac dan Sinopharm saat ini sudah diakui WHO. Kemenag terus berkoordinasi dengan Kemenkes RI dan Kemenlu RI untuk membahas bersama masalah penggunaan vaksin ini,” sebutnya.

Diketahui, masih ada 30 negara yang masih ditangguhkan masuk ke Kerajaan Arab Saudi.

Mereka di antaranya yakni India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon, Vietnam, Korut, Korsel, dan Afganistan. (***)

Baca juga: Jamaah Umrah Indonesia Wajib Penuhi Syarat dari Arab Saudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post