Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Harga Tertinggi Antigen Rp99 Ribu Jawa-Bali dan Rp109 Ribu Luar Jawa-Bali

Harga Tertinggi Antigen Rp99 Ribu Jawa-Bali dan Rp109 Ribu Luar Jawa-Bali
Foto: Illustrasi tes swab antigen.

Gemasulawesi- Pemerintah menetapkan harga tertinggi antigen wilayah Jawa dan Bali Rp99 ribu, dan Rp109 ribu untuk luar Jawa dan Bali.

Demikian Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Abdul Kadir dalam jumpa pers secara virtual, di Jakarta, Rabu 1 September 2021.

Dengan patokan harga tertinggi antigen terkini ini, berarti harga di Jawa-Bali turun Rp151 ribu dari harga sebelumnya Rp250 ribu. Sedangkan harga luar Jawa bali turun Rp141 ribu.

Baca juga: Sulawesi Tengah Masuk Daftar Kota PPKM Mikro Ketat

Patokan harga tertinggi antigen ini, kata Abdul Kadir, setelah melalui evaluasi penghitungan biaya yang terdiri dari beberapa komponen.

Komponen itu antara lain jasa pelayanan atau SDM, komponen reagen dan barang habis pakai, komponen biaya SDM, overheat, dan komponen lainnya.

Dengan patokan harga tertinggi antigen terbaru ini, Abdul Kadir meminta semua Dinas Kesehatan di tingkat provinsi sampai daerah menjalankan pembinaan dan pengawasan terhadap pemberlakuan aturan baru ini.

Setelah menetapkan tarif antigen, katanya, pemerintah juga akan mengevaluasi batas tarif tertinggi pemeriksaan rapid test PCR dan pemeriksaan rapid test antigen ini untuk ditinjau ulang secara berkala sesuai kebutuhan dan perkembangan pasar.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI resmi menurunkan harga tes swab PCR di Jawa-Bali menjadi Rp495 ribu dan luar Jawa-Bali menjadi Rp550 Ribu.

Kimia Farma melalui pengumumannya menyampaikan bahwa harga efektif tes swab PCR sebesar Rp500 ribu tersebut berlaku 16 Agustus 2021.

Dengan hasil 16 jam, harga ini berlaku di Jakarta, Semarang, Bandung, Medan dan Makassar. Sementara untuk swab antigen, untuk reguler dipatok Rp85 ribu dan untuk Abbott Panbio dikenakan biaya sebesar Rp125 ribu.

Selanjutnya tak hanya BUMN, milik swasta yaitu bumame Farmasi mengutip akun instagram resminya @bumame_farmasi juga mengumumkan penurunan harga itu.

Dalam keterangannya, Bumame mengumumkan harga baru berlaku mulai 17 Agustus pukul 00.00 WIB di 29 cabang Bumame.

Harganya antara lain hasil 24 jam Rp495 ribu, hasil 16 jam Rp750 ribu, hasil 10 jam Rp900 ribu.

Ke-29 cabang Bumame berlokasi di Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok Bekasi hingga Bandung.

Berikutnya Mylab Indonesia juga menyebut “harga bersahabat” untuk harg terbarunya ini.

“MyLab Indonesia menurunkan harga tes swab PCR menjadi 495 ribu di seluruh lokasi MyLab (Tebet, Duren Sawit, dan Kelapa Gading)” demikian tertulis pada akun Instagram resminya @maylabIndonesia.

Baca juga: Penyaluran Bantuan Sosial Tunai Fokus di Pulau Bali dan Jawa

Harga antigen menurun 45 persen

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir mengatakan, berdasarkan surat edaran tahun lalu, pemerintah menerapkan batas tertinggi harga tes swab PCR maksimal Rp900 ribu.

Bila dibandingkan harga sekarang, katanya, sudah menurun 45 persen.

“Kenapa baru sekarang turun? Itu disebabkan karena penurunan harga reagen dan bahan habis pakai. Pada awalnya harga reagen masih tinggi, bukan hanya itu harga barang habis pakai masing tinggi. Contohnya masker, hazmat dan sarung tangan sehingga harganya tinggi,” ujarnya.

“Berdasarkan evaluasi terjadi penurunan harga sehingga dilakukan penghitungan ulang unit cost dan dapat harga tertinggi Rp495 ribu.”

Turunnya harga antigen dan PCR ini setelah Presiden Joko Widodo memintanya.

Presiden meminta tarif PCR antara Rp450 ribu sampai Rp550 ribu sekali tes.

Presiden Jokowi juga meminta agar hasil tes swab PCR bisa keluar 1×24 jam. Tujuannya untuk mempercepat pelacakan Covid19 di Tanah Air. Beberapa laboratorium di daerah membutuhkan waktu hingga lima hari untuk memproses tes PCR. (****)

Baca juga: Posko covid-19 Parigi Moutong di Perbatasan Kembali Aktif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post