Jumat, Juni 25, 2021
Jangan Lupa Share

Harga Sapi Hidup Diprediksi Naik Jelang Idul Adha

Must read

Jangan Lupa Share

Berita nasional, gemasulawesi– Diprediksi harga sapi hidup akan mengalami kenaikan Rp4.000-Rp5.000 per kilogram jelang Lebaran Idul Adha tahun ini.

“Akan naik Rp4.000-Rp5.000 per kilogram timbang hidup karena teman-teman di Jakarta per tahun kemarin kenaikannya rata-rata Rp5 ribu per kilogram timbang hidup. Itu lebih tinggi karena biasanya Rp2.000-Rp3.000 ribu,” ungkap Ketua Umum Komunitas Sapi Indonesia, Budi Yono di Jakarta, Rabu 9 Juni 2021.

Bahkan, mereka memperkirakan di sejumlah daerah kenaikan harga sapi hidup bisa mencapai Rp5.000 – Rp7.000 ribu per kilogram, akibat pasokan sapi minim.

Dia menjelaskan, kenaikan harga sapi hidup ini sebenarnya sudah terjadi sejak Idul Fitri lalu. Masalahnya pun sama, karena penurunan pasokan impor sapi dari Australia serta peternakan rakyat.

Padahal, di saat bersamaan kebutuhan daging sapi jelang Lebaran sangat tinggi.

Baca juga: Samsurizal: Pembukaan Lahan Baru Harus Sesuai Aturan

“Pemotongan ke luar Jakarta sangat luar biasa. Jadi apapun kondisi sapi (produktif atau tidak) dipotong untuk memenuhi Idul Fitri,” ucapnya.

Sulitnya pasokan jelang Idul Adha dikhawatirkan membuat pemotongan sapi betina, atau sapi produktif juga makin tinggi. Kalau terjadi, ini bisa membahayakan karena dapat menyebabkan depopulasi sapi di Indonesia.

Baca juga: Belum Miliki RP3KP, APBN Minim ke Parigi Moutong

Belum lagi, Indonesia tak memiliki rumah breeding atau pembibitan sapi yang mampu menghasilkan bakalan.

“Pengembangan (rumah breeding) di Kalimantan, di Sumatera sudah dimulai. Tapi, itu belum bisa memenuhi bakalan di Jawa. Malah mereka mengambil bakalan dari Jawa,” jelasnya.

Baca juga: Progres Rekonstruksi Jalan di Parigi Moutong Belum Capai Target

Dia menambahkan, jika masalah ini terus dibiarkan tanpa solusi, Indonesia tak akan bisa mencapai swasembada daging, melainkan mengalami defisit berkepanjangan.

“Kita ini tidak ada industri breeding yang bisa mencakup atau membuat populasi sapi bertambah baik. Kita tidak mungkin swasembada kalau enggak ada industri breeding dari mana sumber sapinya,” tutupnya. (***)

Baca juga: DPRD Parimo Soroti Target Rendah PAD Sarang Burung Walet

Baca juga: DPR dan KPU Sepakat Jadwal Pemilu 28 Februari 2024

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article