Harga Kopra Terjun Bebas, Petani Kelapa Menjerit

0
498
Harga Kopra Terjun Bebas, Petani Kelapa Menjerit
Kelapa biji siap olah di Parimo (Foto: Sidik)

Parimo, gemasulawesi.com Harga kopra terjun bebas, petani kelapa di Kecamatan Parigi Tengah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulteng kini menjerit.

Pasalnya, harga kopra terjun bebas hingga berkisar 300 hingga 400 Ribu Rupiah per seratus Kilogram. Rendahnya harga pembelian komoditi kopra sangat mempengaruhi kebutuhan ekonomi  petani kelapa.

Sekelompok petani kelapa Kecamatan Parigi Tengah yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkannya kepada gemasulawesi.com, Kamis, 8 Agustus 2019.

“Kami membandingkan harga kopra beberapa tahun lalu. Kondisinya sekarang sangat memprihatinkan, harga kopra belum stabil dan jauh dari kata memuaskan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2016 hingga awal 2017 pembelian kopra dari petani mencapai 1,2 Juta Rupiah per seratus Kilogramnya. Dibandingkan akhir tahun 2017 harga kopra menurun hingga mencapai 800 Ribu Rupiah per seratus Kilogramnya.

Harga kopra terus mengalami penurunan, hingga mencapai 400 Ribu Rupiah pada tahun 2019.

“Kami mengeluhkan biaya operasional tinggi. Sementara biaya kebutuhan hidup keluarga mesti dipenuhi,” tuturnya.

Menurutnya, Pemda sebaiknya mendatangkan pengusaha investor kelapa sebagai penunjang sektor pengolahan kelapa. Sehingga perekonomian petani kelapa dapat meningkat.

Diketahui, petani kelapa pernah tagih janji kampanye Samsurizal saat berkampanye di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parimo. Salah satu wilayah di Kabupaten Parimo yang paling merasakan dampak dari turunnya harga kopra yaitu Kecamatan Moutong.

Dalam kampanyenya, Samsurizal Tombolotutu pernah berjanji akan mendatangkan investor kelapa biji guna membantu petani saat harga kopra anjlok.

“Semoga semua pihak berkompoten agar mencarikan solusi, sehingga harga kopra petani lebih meningkat lagi,” harapnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pejabat berwenang Disperindag Kabupaten Parimo masih belum berhasil dilakukan.

Baca juga: Petani Kelapa Tagih Janji Kampanye Samsurizal

Laporan: Sidik

Tinggalkan Balasan