Beranda PARIGI MOUTONG Harga Kopra Terjun Bebas, Petani Kelapa Menjerit

Harga Kopra Terjun Bebas, Petani Kelapa Menjerit

Parimo, gemasulawesi.com Harga kopra terjun bebas, petani kelapa di Kecamatan Parigi Tengah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulteng kini menjerit.

Pasalnya, harga kopra terjun bebas hingga berkisar 300 hingga 400 Ribu Rupiah per seratus Kilogram. Rendahnya harga pembelian komoditi kopra sangat mempengaruhi kebutuhan ekonomi  petani kelapa.

Sekelompok petani kelapa Kecamatan Parigi Tengah yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkannya kepada gemasulawesi.com, Kamis, 8 Agustus 2019.

“Kami membandingkan harga kopra beberapa tahun lalu. Kondisinya sekarang sangat memprihatinkan, harga kopra belum stabil dan jauh dari kata memuaskan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2016 hingga awal 2017 pembelian kopra dari petani mencapai 1,2 Juta Rupiah per seratus Kilogramnya. Dibandingkan akhir tahun 2017 harga kopra menurun hingga mencapai 800 Ribu Rupiah per seratus Kilogramnya.

Harga kopra terus mengalami penurunan, hingga mencapai 400 Ribu Rupiah pada tahun 2019.

“Kami mengeluhkan biaya operasional tinggi. Sementara biaya kebutuhan hidup keluarga mesti dipenuhi,” tuturnya.

Menurutnya, Pemda sebaiknya mendatangkan pengusaha investor kelapa sebagai penunjang sektor pengolahan kelapa. Sehingga perekonomian petani kelapa dapat meningkat.

Diketahui, petani kelapa pernah tagih janji kampanye Samsurizal saat berkampanye di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parimo. Salah satu wilayah di Kabupaten Parimo yang paling merasakan dampak dari turunnya harga kopra yaitu Kecamatan Moutong.

Dalam kampanyenya, Samsurizal Tombolotutu pernah berjanji akan mendatangkan investor kelapa biji guna membantu petani saat harga kopra anjlok.

“Semoga semua pihak berkompoten agar mencarikan solusi, sehingga harga kopra petani lebih meningkat lagi,” harapnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pejabat berwenang Disperindag Kabupaten Parimo masih belum berhasil dilakukan.

Baca juga: Petani Kelapa Tagih Janji Kampanye Samsurizal

Laporan: Sidik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Kalah Laga Debut, Fans Barca Minta Valverde Dipecat

Jakarta, gemasulawesi.com- Kalah laga debut La Liga 2019-2020, fans tim Barcelona mengkritik penampilan Barcelona bahkan meminta Pelatih The Catalan dipecat. Usai kalah laga debut versus...

Tambah Masa Tanggap Darurat Banjir Tinombo, Ini Agenda BPBD

Parimo, gemasulawesi.com- Tambah masa tanggap darurat banjir Kecamatan Tinombo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi moutong (Parimo) akan melakukan beberapa agenda kerja. Diketahui, sudah...

Terapkan Aturan Baru MA, Pelanggar Lalu Lintas Tak Perlu Datang Sidang

Parimo, gemasulawesi.com- Terapkan aturan baru Mahkamah Agung (MA), Pengadilan Negeri Parigi Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melonggarkan prosedur sidang pelanggaran lalu lintas. Hal tersebut diungkapkan Humas...

900 Nelayan Mamuju Dapatkan Asuransi

Mamuju, gemasulawesi.com- 900 nelayan mendapatkan asuransi nelayan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulbar. Nelayan penerima asuransi merupakan kelompok nelayan yang tersebar...

Janggal, Masih Ada Desa Belum Cairkan Anggaran APBDes Tahap Dua

Parimo, gemasulawesi.com- Janggal, hingga memasuki pekan kedua Agustus 2019, puluhan desa di Kabupaten Parigi moutong (Parimo) masih belum realisasikan pencairan anggaran APBDes tahap dua. Ditemui...