2Banner GIF 2021

Harga Cabai Merah di Parigi Moutong Naik Signifikan

Harga Cabai Merah di Parigi Moutong Naik Signifikan
Foto: Pedagang cabai di salah satu pasar di Parigi Moutong. Harga Cabai Merah di Parigi Moutong Naik Signifikan.

Gemasulawesi– Harga cabai merah di pasar tradisional Parigi Moutong, Sulawesi Tengah terpantau naik secara signifikan dari pekan sebelumnya, hingga mencapai Rp5000 per kilogramnya.

“Harga cabai yang naik pada jenis cabai merah keriting. Sementara beberapa jenis komuditi lain, harganya tidak menentu,” ungkap salah seorang pedagang di Pasar Sentral Tagunu, Habibie saat ditemui, Jumat 22 Oktober 2021.

Dia mengatakan, kenaikan harga cabai merah keriting dibandrol dengan harga Rp25 ribu per kilogram. Pada pekan sebelumnya, pedagang masih memasarkannya seharga Rp20 ribu per kilogram.

Baca juga: Polisi Musnahkan 2,5 Ton Miras Tradisional Cap Tikus di Banggai

Penyebab harga cabai merah naik kata dia, karena kelangkahan cabai merah keriting yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir.

Dia menyebut, langkahnya cabai itu karena banyaknya pemasok dari daerah lain, masuk ke wilayah Parigi Moutong, membeli komuditi tersebut dalam jumlah banyak dan menjual kembali ke daerah asalnya.

“Banyaknya pemasok dari luar daerah membuat stok cabai merah keriting menipis, berimbas pada kenaikan harga,” tuturnya.

Sementara itu pedagang lainnya, Hj. Ati menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan dagangannya, berbagai jenis komuditi yang mengalami kelangkahan di Parigi Moutong, dipenuhinya ke Kota Palu.

Dia pun mengaku, membeli komuditi itu kepada pemasok secara besar-besaran, dan kemudian menjualnya kembali ke pasar.

“Saya belinya itu di Palu. Tempatnya tidak menentu, terkadang asal beli saja yang bagus dan harganya cocok. Kemudian dijual lagi disini,” ujarnya.

Menurut dia, untuk harga cabai rawit merah tidak dapat diprediksi, sebab setiap harinya terus mengalami perubahan. Namun, harga ecerannya dibandrol Rp30 ribu per kilogram.

Selain itu, untuk harga bawang merah dibandor Rp35 ribu per kilogram dan bawang putih Rp30 ribu per kilogram.

“Harga komuditi yang seperti ini tidak menentu, hari ini naik, bisa saja selanjutnya turun lagi,” kata dia.

Ia menambahkan, situasi pandemi saat ini menjadi cobaan bagi setiap pedagang pasar tradisional di Parigi. Sebab, kondisi itu mempengaruhi omset pendapatan, karena minimnya konsumen datang berbelanja.

Baca juga: Lonjakan Kasus Covid19 di Sulut Akibat Varian Delta

Laporan: Yunus // Riska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post