Harga Bahan Pokok Melonjak, Kementan Diminta Tegas Terkait RIPH

waktu baca 2 menit
Ilustrasi Harga Bahan Pokok

Ekonomi, gemasulawesi.com- Harga bahan pokok melonjak, Kementerian Pertanian (Kementan) diminta tegas terkait status Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk Persetujuan Impor (PI) dari kementerian perdagangan.

Permintaan itu datang dari Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, karena prihatin dengan melonjaknya harga bahan pokok.

Baca: Buah-buahan Indonesia Dominasi Ekspor Hortikultura

“Kepastian terkait penggunaan RIPH hingga saat ini belum ada. Jika tidak diperlukan penggunaan RIPH, Kementerian perdagangan harus memiliki cara khusus mengawasi produk pertanian impor. Itu untuk mencegah kemungkinan masuknya produk berpenyakit,” terang Sudin, dalam rapatkerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Pertanian di Gedung Nusantara Senayan, Selasa 25 Januari 2022.

Dalam rapat kerja itu, ia mengungkapkan, dari akhir tahun 2021 hingga awal tahun 2022 terjadi kenaikan drastis pada sejumlah harga bahan pokok. Seperti cabai mencapai Rp100 ribu per kg dan harga minyak goreng Rp24 ribu per liternya.

Baca: Sektor Pertanian Indonesia Kontribusi Pemulihan Ekonomi Nasional

Menurutnya, itu terjadi akibat tingginya permintaan konsumen sementara ketersediaan stok sangat terbatas.

“Waktu RDP akhir tahun kemarin kita sempat tanyakan persoalan antisipasinya, dan Kementan mengatakan selalu menjamin ketersediaan pasokan pangan pokok di pasar Indonesia,” tuturnya.

Untuk itu kata dia, selain menegaskan status RIPH, Kementan juga harus meningkatkan produktivitas, mutu dan kualitas komoditas pangan di Indonesia.

Baca: ASN Parigi Moutong Formasi Tahun 2019 Tidak Boleh Mutasi

Ia berharap, Kementan bisa lebih peka terhadap permasalahan pangan dalam negeri.

“Kementan harus membenahi pengembangan pertanian dalam negeri, amankan dulu kebutuhan dalam negeri baru kemudian kita pikirkan merebut pasar ekspor,” tutupnya. (**)

Baca: Pemkot Palu Rencana Kembangkan Komoditas Hortikultura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.