Guru SMPN Satu Balinggi Parigi Moutong Ditemukan Tidak Bernyawa

5076
Guru SMPN Satu Balinggi Parigi Moutong Ditemukan Tidak Bernyawa
Penemuan Mayat Guru- Seorang guru SMPN Satu Balinggi Parigi Moutong ditemukan sudah tidak bernyawa di rumahnya kompleks SMPN I Balinggi, Minggu 26 Januari 2020. HumasPolresFoto.

Parigi moutong, gemasulawesi.com Seorang guru SMPN Satu Balinggi Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

“Korban bernama I Ketut Arya usia 53 tahun adalah seorang guru matematika di SMPN Satu Balinggi Parigi Moutong. Alamat Dusun Wanaprasta Desa Balinggi Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong,” bunyi rilis Polres Parigi Moutong.

Rekan korban bernama I Nyoman Erik Risnawan dan I Nengah Arka yang menemukan korban di rumah dalam kompleks SMPN Satu Balinggi, Minggu 26 Januari 2020. Kedua rekan korban adalah tenaga pengajar di sekolah yang sama.

Berikut kronologis kejadiannya:

Sekitar pukul 08.00 Wita rekan guru korban I Nyoman Erik Risnawan hendak memperbaiki lampu pada salah satu ruangan sekolah. Namun, kunci sekolah berada pada korban.

Selanjutnya, I Nyoman Erik Risnawan menuju rumah korban hendak mengambil kunci sekolah. Namun, pintu rumah terkunci dari dalam rumah. Setelah beberapa kali mencoba memangil, tapi tidak ada jawaban.

Baca juga: Sistem Akademik Universitas Tadulako Kota Palu Terkendala KRS

Baca juga: Parigi Moutong Manfaatkan Buah Kelapa Entaskan Stunting

I Nyoman Erik Risnawan kemudian berputar kebelakang rumah korban dan mendapati pintu dapur tidak terkunci. Sehingga, I Nyoman Erik Risnawan masuk kedalam rumah dan mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa diatas tempat tidur.

I Nyoman Erik Risnawan memanggil rekan guru lainnya yang berada di lingkungan sekolah. Dan melaporkan kejadian itu kepada Babhinkamtibmas Desa Balinggi Bripka Nyoman Subrata. Polsek Sausu langsung melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sekitar pukul 12.45 Wita, Polsek Sausu mengevakuasi korban. Selanjutnya, dibawa ke RS. Anuntaloko Parigi untuk pelaksanaan visum. Sebab kematian korban masih menunggu hasil visum dari pihak Rumah sakit Anuntoloko Parigi.

Sementara, menurut keterangan adik kandung korban Nyoman Sriyanti, korban memiliki riwayat sakit syaraf terjepit dibagian kepala. Dan tidak pernah berobat ke dokter, hanya berobat terapi. (***)

Baca juga: BKN: Datang Terlambat, Tidak Ada Toleransi Bagi Peserta Tes CAT CPNS

Baca juga: Investor Jakarta Lirik Komoditi Sarang Burung Walet Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.