Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Gubernur Tekankan Penanganan Pandemi Covid19 Mulai dari Desa

Gubernur Tekankan Penanganan Pandemi Covid19 Mulai dari Desa Hingga Provinsi
Foto: Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi Mastura/biro Pemprov Sulteng.

Gemasulawesi– Gubernur Sulteng tekankan penanganan pandemi covid19 dimulai dari tingkat desa hingga provinsi.

“Penanganan covid-19 harus bersama-sama,” ungkap Rusdi Mastura, saat rakor bersama Bupati, Walikota dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya, Jumat 30 Juli 2021.

Ia meminta, agar pejabat teknis dan kepala daerah Kabupaten/Kota secepatnya mengambil kebijakan-kebijakan strategis untuk percepatan penanganan pandemi covid19.

Baca juga: Wabup Parimo Minta Tambah Kuota Vaksin Covid19

Gubernur Sulawesi Tengah itu mengatakan, kunci menurunkan lonjakan kasus adalah dengan memperkuat penanganan pandemi covid19 yaitu pencegahan di tingkat bawah yaitu desa dan kelurahan.

Selain itu, ia menyarankan agar Puskesmas dioptimalkan untuk penanganan pandemi covid19 dengan merawat pasien bergejala ringan dan sedang.

Hal itu disebabkan karena keterisian rumah sakit sudah maksimal bahkan over kapasitas.

Baca juga: Perpanjangan Masa PPKM di Sulawesi Tengah, Ini Rekomendasi Satgas Covid19 Parigi Moutong

Zona merah covid19 di Sulteng

Informasi dari Laporan Update Pusdatina covid19 Sulteng, per tanggal 29 Juli 2021 ada tujuh Kabupaten dan satu kota berstatus zona merah.

– Banggai Laut: 155

– Banggai: 3197

– Tojo Una-una: 1062

– Poso: 2853

– Morowali Utara: 1420

– Morowali: 1664

Sementara lima lainnya masih berstatus zona orange, berikut total kasus terkonfirmasi positif covid19 per 29 Juli 2021 di tiap daerah:

– Buol: 819

– Toli-toli: 1079

– Banggai Kepulauan: 495

– Donggala: 838

– Parigi Moutong: 1697

Baca juga: Ketua DPRD Minta Satgas Covid19 Parigi Moutong Siaga di Titik Pantau

Sementara itu usulan guna mengoptimalkan puskesmas tangani covid19, Ketua DPRD Sulteng, Nilam Sari Lawira sependapat dan mendukung keputusan Gubernur itu.

“Lonjakan kasus akhir-akhir ini banyak bermula dari kontak erat dengan pasien positif,” tuturnya.

Ditambah lagi sosialisasi aturan PPKM belum masif. Hal itu membuat masih banyak didapati kegiatan melibatkan kerumunan di tengah masyarakat.

“Misalnya pesta banyak dihadiri undangan dan ini masih terjadi dimana-mana,” ucapnya.

Ia berharap, agar Pemprov meminta bantuan tabung oksigen kepada perusahaan swasta yang berinvestasi di Sulteng. Sebab persediaan mulai menipis.

“Untuk insentif nakes diharap dapat dipercepat pencairannya untuk memotivasi Nakes berjuang di garis depan,” tutupnya. (**)

Baca juga:”Baru 17 Juta Orang Penerima Vaksin Covid19 Secara Lengkap di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post