Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Gubernur Sulawesi Tengah Minta Pengurangan Mobilitas Masyarakat

Gubernur Sulawesi Tengah Minta Pengurangan Mobilitas Masyarakat
Foto: Gubernur Sulawesi Tengah, H Rusdy Mastura.

Gemasulawesi– Gubernur Sulawesi Tengah H Rusdy Mastura meminta pengurangan mobilitas masyarakat di luar rumah. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Pengurangan mobilitas masyarakat, menyusul lonjakan kasus terkonformasi positif diluar pulau Jawa dan Bali dalam sepekan terakhir.

“Saya mengharapkan agar arahan Presiden RI dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Kesehatan (Menkes), dapat kita patuhi dan laksanakan didaerah,” ungkap Rusdy usai Rapat Koordinasi Penanganan covid19 yang di Pimpin langsung Presiden Indonesia Ir Joko Widodo, Sabtu 7 Agustus 2021.

Baca juga: Penyaluran Bantuan Sosial Tunai Fokus di Pulau Bali dan Jawa

Pengurangan mobilitas masyarakat itu, salah satunya tidak mengizinkan acara pesta resepsi pernikahan sementara. Tujuannya, untuk menekan angka penularan virus corona di wilayah Sulawesi Tengah.

Dia pun menegaskan, penanganan covid19 harus dilaksanakan mulai dari Hulu hingga hilir.

“Kalau lalai di hulu pasti kondisi penanganan di Dinas Kesehatan pasti kawalahan,” tegasnya.

Kemudian, dia juga meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), segera berkoordinasi dengan TNI dan Polri membahas tentang pengurangan mobilitas masyarakat itu.

Dia menghimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi Prokol Kesehatan (Prokes) dengan baik. Bahkan, meminta untuk mengurangi aktifitas diluar rumah, jika tidak dalam kondisi penting.

“Kalau tidak terlalu penting sekali, lebih baik berada di rumah saja dulu,” imbuhnya. 

Diketahui, Gubernur Sulawesi Tengah didampingi Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rudy Dewanto, Kadis Kesehatan saat mengikuti Rapat Koordinasi itu.

Rakor itu juga diikuti Kabinet Indonesia Maju, Panglima TNI, Kapolri, Pangdam, Kapolda, Danrem, Gubernur, Bupati dan Walikota.

Presiden minta respon atas lonjakan kasus covid19 di luar Jawa dan Bali

Presiden menyampaikan arahanannya, yakni meminta respon cepat pemerintah daerah, terkait perkembangan kasus. Sebab, dua minggu terakhir perkembangan lonjakan 52 persen berada di Luar Jawa dan Bali.

Presiden RI meminta Panglima, TNI dan Polri agar melihat lonjakan di wilayahnya, serta berperan mengurangi mobilitas masyarakat.

Menurunkan mobilitas masyarakat merupakan salah satu catatan Presiden saat menyampaikan arahannya. Kemudian, ia meminta gencar pelaksanaan testing dan tresing.

Selain itu, ia pun meminta segera dibentuk tempat isolasi terpusat, melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam percepatan penanganan pasien, untuk mengurangi angka kematian. Terakhir, ia pun meminta percepatan pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat.

Presiden berharap, seluruh pihak dapat mendukung pelaksanaan vaksinasi.

“Kalau ada vaksin langsung dihabiskan jangan distok, vaksin akan didistribusi ke daerah,” tutupnya. (***)

Baca juga: Ditengah Perhelatan Pilkada Serentak, Positif Covid 19 Melonjak Signifikan di Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post