Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Gubernur Sulawesi Tengah Minta Bangun Tol Laut Jalur Donggala-Tawau

Gubernur Sulawesi Tengah Minta Bangun Tol Laut Jalur Donggala-Tawau
Foto: Kunjungan Sekretaris Militer Presiden ke Sulawesi Tengah.

Gemasulawesi- Gubernur Sulawesi Tengah, minta ke Presiden Jokowi bangun tol laut jalur Donggala-Tawau.

Permintaan untuk bangun tol laut jalur Donggala-Tawau disampaikan kepada perwakilan Sekretaris Militer (Sekmil) Presiden RI, Puput Hariadi, untuk disampaikan kepada Jokowi.

“Sampaikan kepada Presiden permintaan kami,” ungkap Gubernur H Rusdy Mastura, dalam kunjungan Perwakilan Sekmil Presiden RI, bertempat di ruang kerja Korem 123 Tadulako, Minggu 22 Agustus 2021.

Baca juga: Parigi Moutong Dorong Pengusaha Manfaatkan Tol Laut

Selain permintaan bangun tol laut jalur Donggala-Tawau, pada kesempatan itu, Gubernur berkomitmen mendukung program Presiden RI. Untuk pemindahan Ibu Kota negara dengan menyiapkan Provinsi Sulawesi Tengah, sebagai daerah penyangga.

“Hal itu kami lakukan, dengan peningkatan pembangunan infrastruktur, pembangunan ruas jalan penghubung sebagai akses distribusi hasil produksi masyarakat Sulawesi Tengah ke Ibu Kota Baru,” kata dia.

Pada kesempatan permintaan bangun tol laut jalur Donggala-Tawau itu, Gubernur juga menyampaikan berbagai kebijakan yang telah dan akan dilaksanakan untuk penanganan bencana alam, bencana non alam seperti Covid19, dan bencana sosial Poso, selain perencanaan percepatan pembangunan.

Baca juga: Puskesmas Pantau Pasien Isoman Positif Covid19 di Parigi Moutong

Presiden telah bagi 2 ribu paket untuk warga Isoman covid19

“Terimakasih perhatian Presiden telah memberikan paket sembako sebanyak 2 ribu paket. Dan 200 paket obat untuk masyarakat menjalani Isoman di Sigi, Poso dan Parigi Moutong,” ucapnya.

Dia mengatakan, pihaknya telah memberikan dukungan anggaran untuk Operasi Madogo Raya kepada TNI sebesar Rp 1,6 miliar dan Polri sebesar Rp 2 miliar.

“Saya akan terus memberikan dukungan setiap tahunnya agar menjaga keamanan di wilayah kami,” ujarnya.

Pada penanganan bencana alam kata dia, pihaknya telah melakukan Rehab dan Rekon dampak Bencana Alam 28 September 2021, dengan mengalokasikan anggaran pembebasan lahan untuk Kabupaten Sigi, Kota Palu dan Donggala sebesar Rp 61,8 miliar.

“Karena saya tahu anggaran pembangunan fisik ada pada pemerintah pusat, maka kami hanya menyiapkan lahannya saja,” terangnya.

Menurutnya, dengan menurunnya perekonomian masyarakat, maka untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat pihaknya telah menandatangan MOU dengan BRI, terkait pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 5 triliun, kepada masyarakat tampa agunan dengan bunga sangat rendah.

“Hal itu guna mendorong percepatan PEN melalui KUR sebesar Rp. 200 M,” tutupnya. (***)

Baca juga: Tersisa 24 Tempat Tidur Pasien Covid19 di RSUD Anuntaloko Parigi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post