Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Gubernur Sebut Potensi Pertanian Sangat Besar di Sulawesi Tengah

Gubernur Sebut Potensi Pertanian Sangat Besar di Sulawesi Tengah
Foto: Seminar Nasional terkait pertanian di Sulteng.

Gemasulawesi– Gubernur H Rusdy Mastura mengklaim, Sulteng merupakan provinsi dengan potensi pertanian sangat besar, dibandingkan dengan daerah lain. Bahkan, didukung dengan potensi delapan jenis kawasan pertambangan.

“Sulteng memiliki potensi sangat tinggi untuk pengembangan pertanian dengan berbagai komoditas unggulan,” ungkap Gubernur dalam webinar, Seminar Nasional dengan topik “Wilayah Sulteng Menjadi Food Estate Dalam Rangka Ketahanan Pangan”, dalam rangka Diesnatalis Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Kamis, 26 Agustus 2021.

Dia menyebut, beberapa komoditas potensi pertanian sangat besar dapat dikembangkan diantaranya beras, jagung, kedelai, ubi kayu, ubi jalar dan sukun.

Baca juga: Provinsi Sulawesi Tengah, Kaya Budaya Bahasa Flora Fauna

Komoditas potensi pertanian sangat besar yaitu tanaman buah-buahan berupa manggis, durian, dan salak. Sementara untuk tanaman perkebunan berupa kelapa, coklat, dan kelapa sawit.

“Berbagai komoditas itu merupakan potensi Sulteng kedepan,” ungkapnya.

Baca juga: Gubernur Sulawesi Tengah Jadikan Sigi Pusat Agrowisata-Agroindustri

Menurut dia, untuk meningkatkan kapasitas petani, tahun depan pihaknya akan membangun pilot proyek untuk di 500 desa untuk program Smart Vilagge.

Hal itu, guna menunjang potensi pertanian sangat besar di Sulteng. Sehingga target kedepan terjadi loncatan kualitas petani.

Untuk meningkatkan distribusi hasil pertanian sesuai visi dan misinya kata dia, pihaknya telah menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, membuka akses jalan ke daerah pengembangan potensi pertanian Sulteng.

Baca juga: Bupati Aceh Timur Studi Banding Tambak Udang ke Parigi Moutong

Pengembangan food estate

Tujuannya, untuk mendukung pengembangan food estate berkelanjutan dalam keseimbangan ekonomi, pertumbuhan ekonomi, lingkungan hidup dan sosial adil dan sejahtera.

Konsep pengembangan produksi secara terintegrasi lanjut dia, merupakan keharusan dalam sektor perkebunan, peternakan di kawasan luas untuk memperkuat ketahanan pangan.

Dengan demikian, korporasi pertanian memiliki ciri-ciri usaha pertanian skala besar berbasis klaster. Pengembangan sektor pertanian ini berjalan sesuai dengan visi yang ditetapkan, yakni adil dan sejahtera.

Baca juga: TP-PKK Sulawesi Tengah Beri Bantuan Warga Bantaran Sungai Lolu Utara-Besusu Tengah

Sehingga peningkatan sektor pertanian harus lebih tinggi lagi, agar peningkatan nilai tukar petani bisa meningkat.

Selain Gubernur Sulteng, yang menjadi narasumber dalam webinar itu, diantaranya Rektor IPB, Dekan Fakultas Pertanian IPB, Dr. Bunga Elim Somba sebagai moderator dan peserta dari seluruh Indonesia, Dosen dan Mahasiswa dan alumni Pertanian. (***)

Baca juga: Komoditas Pertanian Sulawesi Tengah Tembus Pasar Global

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post