Gigit Jari, RSUD Anuntaloko Parimo Belum Bayar Gaji Perawat


Gigit Jari, Gaji Perawat RSUD Anuntaloko Parimo Belum Dibayarkan
RSUD Anuntaloko Parigi Moutong (Foto: Yoel)

Parimo, gemasulawesi.comSejumlah perawat non Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup BLUD RSUD Anuntaloko Parigi Moutong (Parimo) merasa kecewa, akibat gaji mereka belum terbayarkan.

Berdasarkan pengakuan salah seorang perawat non PNS kepada gemasulawesi.com, pihak BLUD RSUD Anuntaloko Parigi Moutong, belum membayarkan gaji sejumlah perawat non PNS yang bertugas, terhitung sejak bulan Agustus 2019.

“Gaji selama dua bulan belum terbayarkan yaitu bulan Agustus dan September. Gaji bulan juli saja belum lama ini dicairkan,” ungkap salah seorang perawat yang enggan namanya disebut, Jumat, 25 Oktober 2019.

Dikonfirmasi via telepon seluler terkait hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Keperawatan, BLUD RSUD Anuntaloko Parigi Moutong, Anwar, membenarkan perihal keterlambatan pembayaran gaji perawat.

Baca juga: Rekrutmen CPNS 2019, Mamuju Dapat Kuota Delapan Formasi Guru

Ia berdalih, belum dibayarkannya gaji tenaga perawat non PNS disebabkan lambatnya pengurusan administrasi tentang perubahan tenaga perawat yang diajukan pihaknya sebagai honorer daerah.

“Jadi untuk sekarang ini, terkait pengajuan perawat honorer daerah harus berdasarkan SK Bupati. Sebelumnya, SK dari direktur saja sudah cukup. Selain itu, ada juga pergantian nama-nama perawat honorer yang sudah tidak bertugas lagi,” katanya.

Perubahan itu misalnya, daftar perawat yang sebelumnya dengan kualifikasi pendidikan diploma menjadi strata satu (S1). Dengan perubahan daftar, pihaknya harus melakukan revisi pengajuan SK perawat kepada Bupati Parimo.

Baca juga: Total 17 Persen Sekolah Negeri Parigi Moutong Belum Masukkan LPJ Dana BOS

Berdasarkan hasil SK revisi RSUD Anuntaloko lanjut dia, perawat non PNS RSUD Anuntaloko dapat dibiayai dari APBD. Sejauh ini kata dia, terdapat sekitar 319 tenaga perawat non PNS dilingkup BLUD RSUD Anuntaloko Parigi.

“Misalkan juga, saya pendidikan S1, menggantikan yang S2 jelas harus berubah soal gajinya. Kami berikan gaji 200 ribu rupiah per bulannya untuk perawat yang tergolong mengabdi. Sedangkan tenaga honor daerah, berdasarkan kualifikasi pendidikannya, ada yang 650 sampai 850 ribu rupiah perbulannya,” terangnya.

Diketahui, Selain terkait adminitrasi, BLUD RSUD Anuntaloko Parigi saat ini juga terbengkalai persoalan anggaran. Pasalnya, pihak BPJS juga diketahui masih berhutang kepada BLUD RSUD Anuntaloko Parigi.

Baca juga: Senilai Puluhan Miliar, Bantuan BPKH Korban Gempa Sulawesi Tengah 

Laporan: Ahmad Nur Hidayat


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Gema

7 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Share via
Share this