Faisan Badja disambut hangat sejumlah anggota DPRD masa bakti 2014-2019 didampingi Sekretaris DPRD Parimo (Dokumentasi, Ist)
SHARE

Partai Gerindra dinilai lambat keluarkan rekomendasi untuk memberhentikan Santo.

Parimo, gemasulawesi.com- Santo sendiri sudah diketahui menderita sakit yang tidak memungkinkan untuk menjalankan tugas sejak tahun 2017.

Akhirnya sejumlah warga yang menghadiri proses pelantikan kasak kusuk membicarakan lambatnya proses PAW itu terjadi.

“Seharusnya, ini terjadi dari tahun kemarin, Santo inikan sudah jelas sekali jarang terlihat lagi memimpin rapat saat menjabat Ketua DPRD sejak tahun kemarin,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.
Ia berharap langkah PAW ini bisa lebih meningkatkan elektabilitas partai jelang Pemulihan umum (Pemilu), yang akan digelar bulan April mendatang.

“Apalagi ini tahun pemilu, harusnya seluruh partai harus memerintahkan kader-kadernya untuk menjaga elektabilitas partai dimata masyarakat, mulai dari daerah,” tuturnya.

Pantauan gemasulawesi.com, sidang Paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Parimo I Ketut Mardika didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Parimo, Ardi Kadir.

‚ÄúPelantikan ini sebagai awal kinerja sebagai anggota DPRD Parimo dan diharapkan dapat bekerja bersama dan saling mengisi dengan anggota DPRD yang lain,” ujar Ketua DPRD dalam sambutannya.

Selain disaksikan sejumlah anggota DPRD Parimo yang sempat hadir, sidang Paripurna tersebut juga dihadiri pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Muspida dan Forkominda Parimo, serta sejumlah Ketua Partai Politik dan warga yang menyaksikan dari luar gedung sidang Paripurna.

Laporan: Daniel


SHARE

Tinggalkan Balasan