Genjot Produksi, Petani Sulawesi Tengah Dapat Bantuan Alsitan

waktu baca 2 menit
Petani menggarap padi (Ilustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Genjot produksi hasil pertanian, petani di Sulawesi Tengah dapat bantuan 33 unit alat pertanian (alsitan) jenis combine harverster atau mesin perontok padi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah.

Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura Selasa 19 Juli 2022, di Palu mengatakan bahwa sektor pertanian memiliki potensi untuk mendukung percepatan pembangunan ekonomi daerah dan kesejahteraan petani.

“Pemberian bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat petani agar petani dapat dengan mudah mengolah dan mengembangkan lahan pertanian khususnya padi,” kata Rusdy Mastura saat acara serah terima alsitan di Palu, Sulawesi Tengah.

Rusdy Mastura mengatakan potensi sektor pertanian yang melimpah menjadikan Sulawesi Tengah sebagai harapan dan fokus pemerintah pusat. Hal ini dibuktikan dengan Sulawesi Tengah yang ditetapkan menjadi daerah utama di masa depan untuk memenuhi kebutuhan logistik, khususnya pangan bagi penduduk Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

Baca: Lestarikan Hutan Bakau Togean, BTNKT Ajak Masyarakat Pulau

Maka, kata dia, Pemprov Sulawesi Tengah mulai bersiap dengan mengambil langkah strategis untuk pengembangan pangan, membangun sektor-sektor potensial seperti pertanian, kelautan dan perikanan, kehutanan dan perkebunan, serta peternakan.

“Oleh karena itu, dukungan mesin pertanian diharapkan dapat meningkatkan dan menambah semangat petani dalam pengelolaan dan menggarap lahan pertanian,” ucapnya.

Rusdy Mastura berharap para petani yang tergabung dalam kelompok tani dan gabungan kelompok tani se- Sulawesi Tengah dapat memanfaatkan mesin pertanian yang diberikan dengan baik.

Ia mengatakan, bahwa petani dapat memanfaatkan mesin pertanian yang diberikan sebaik mungkin

Nelson Matumbun, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, mengatakan alokasi dana pemberdayaan kelompok tani dan gabungan kelompok tani serta pengembangan sektor pertanian untuk tahun 2022 sebesar Rp 68 miliar.

Dari Rp 68 miliar itu, Kantor TPH Sulawesi Tengah mengalokasikan 33 mesin pertanian combine harvester 33 unit senilai Rp 16 Miliar dan tiga unit traktor Jonder senilai Rp 1,5 miliar. Semua bantuan ini berasal dari APBD Provinsi Sulawesi Tengah.

“Bantuan ini akan diberikan langsung kepada petani di 12 kabupaten dan satu kota di Sulawesi Tengah,” ucap Nelson.

Ia menjelaskan pembagian mesin kepada petani melalui kelompok tani, gabungan kelompok tani dan Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA).

Nelson mengatakan, Ini merupakan pendekatan untuk memaksimalkan potensi pengelolaan lahan pertanian sekaligus meningkatkan semangat petani untuk menggarap lahan pertanian. (*/Ikh)

Baca: 5 Tahapan Resep Tauco Medan Pedas dan Nikmat

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.