Genjot PAD, Pemda Parimo Ambil Upaya Khusus Turunkan Pajak

Pemda Jawab Sorotan DPRD

0
95
Genjot PAD, Pemda Parigi Moutong Ambil Upaya Khusus Turunkan Pajak
Rapat Paripurna Jawaban Bupati Terkait Nota Pandangan Umum fraksi (Foto: Rafii)

Parimo, gemasulawesi.com Pemda Parigi moutong (Parimo) mengambil upaya khusus menurunkan pajak untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Rencananya, khusus untuk pajak sarang burung walet, Pemda Parigi Moutong akan menurunkan tarif pajak dari 10 persen menjadi lima persen. Sehingga, revisi Perda yang mengatur tarif pajak segera disiapkan.

“Kemudian, Pemda juga mengatur revisi dua tarif PBB, semula 0,1% dan 0,2% menjadi lima tarif mulai dari 0,1%, 0,125%, 0,150%, 0,175% dan 0,2%,” sambutan Bupati Parimo yang dibacakan Sekda, H. Ardi pada rapat paripurna DPRD, Selasa, 8 Oktober 2019.

Dengan upaya khusus penurunan pajak diharapkan para objek pajak merasa antusias membayar pajak dengan tarif yang cukup rendah. Sehingga dapat menjawab sorotan DPRD agar PAD dapat meningkat.

Berdasarkan nota jawaban Bupati terkait pandangan umum fraksi atas nota RAPBD Parimo 2020, Pemda menyebutkan tiga langkah untuk peningkatan PAD Parimo. Salah satunya upaya khusus penurunan tarif pajak.

“Pemda terus berupaya tingkatkan PAD melalui beberapa langkah untuk memaksimalkan potensi yang ada,” ungkapnya.

Selain opsi khusus penurunan pajak lanjut dia, pilihan selanjutnya adalah pemaksimalan pemasukan dari sektor pajak daerah sesuai kewenangan daerah. Misalnya, pajak reklame, pajak hiburan, pajak PBHTB, PBB-P2, pajak sarang burung walet, pajak restoran, pajak hotel, pajak penerangan jalan, pajak minerba atau galian c, pajak parkir dan pajak air tanah.

Pemda berupaya meningkatkan target dan realisasi penerimaan dengan tetap melakukan pemutakhiran objek pajak, penghasilan dan sosialisasi terkait pemungutan pajak daerah, dengan berpedoman pada Perda nomor tujuh tahun 2012.

Opsi berikutnya adalah menginventarisasi aset daerah. Pengelolaan aset daerah yang professional seperti aset wisata dapat mendongkrak pemasukan ke daerah.

Selain pendataan aset lanjut dia, Pemda juga menyediakan aplikasi aset daerah terintegrasi. Tujuannya, agar pengelolaan aset menjadi maksimal.

Opsi terakhir, Pemda membuka diri kepada pihak ketiga yang ingin berinvestasi pada sektor pariwisata, dengan mengedepankan pembagian keuntungan yang merata tanpa mengesampingkan peraturan perundang-undangan.

Sebelumnya, Sejumlah fraksi DPRD Parimo menyoroti turunnya target pendapatan daerah pada RAPBD tahun 2020.

Pada rapat paripurna pandangan umum fraksi DPRD Parigi moutong terkait nota RAPBD 2020 Bupati Parimo, Senin, 7 Oktober 2019, terdapat lima fraksi yang menyampaikan nota pandangan umum.

Anggota legislatif DPRD Parimo menganggap penurunan target pendapatan akan berakibat signifikan kepada target belanja. Sehingga target mensejahterakan warga akan terhambat.

Berikut beberapa poin pandangan umum fraksi DPRD Parimo:

  1. Fraksi PDIP menyoroti adanya selisih yang signifikan antara belanja tidak langsung RAPBD 2020 yang ditargetkan senilai Rp. 916.287.790.456 dan belanja langsung senilai Rp. 299.274.269.900.
  2. Fraksi Partai Nasdem meminta penjelasan dari Pemda terkait penurunan target pendapatan daerah serta belanja daerah Parimo masing-masing sekitar Rp 400 Miliar.
  3. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), meminta upaya strategis Pemda Parimo untuk dapat meningkatkan potensi pendapatan daerah sehingga PAD dapat meningkat setiap tahunnya. Serta meminta pengembangan pengelolaan aset daerah dengan maksimal.
  4. Fraksi Toraranga menanyakan alasan Pemda menurunkan target PAD tahun 2020 hingga Rp 118 Miliar. Padahal target PAD Parimo tahun tercatat dalam pertanggungjawaban APBD 2018 senilai Rp 171 Miliar dengan realisasi senilai Rp 163 Miliar. Selanjutnya, fraksi Toraranga juga menyoroti pembiayaan daerah dalam Raperda tahun 2020 senilai Rp 2,4 Miliar untuk membiayai pokok peminjaman dalam negeri. Fraksi Toraranga menilai perlu penjelasan rinci pengeluaran yang memakan biaya banyak ditengah target pendapatan yang menurun.
  5. Fraksi Partai Gerindra mengharapkan Pemda Parimo untuk lebih giat dalam menggali potensi pendapatan khususnya Pajak Bumi dan Bangunan agar dapat meningkatkan PAD Parimo.

Baca juga: Sejumlah Fraksi DPRD Parimo Soroti Turunnya Target Pendapatan Daerah

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan